"Kasus bunuh diri juga dipicu oleh sikap tertutup dan kurang berani bicara. Kalau kita ingin didengar, maka kita harus berani bicara," kata Pastika saat berorasi pada Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Denpasar, Minggu.
Kasus seorang ibu muda yang mencoba melakukan bunuh diri dan yang menyebabkan tiga anaknya tewas di Gianyar belum lama ini, telah menyita perhatian Gubernur Bali sehingga sangat diharapkan agar kasus serupa jangan sampai terulang.
Menurut dia, salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan PB3AS adalah mendorong keberanian masyarakat untuk bicara di hadapan orang banyak.
"Karena itu, Podium ini jangan disia-siakan, kita harus bangga karena hingga saat ini masih merupakan satu-satunya di Indonesia. Semua orang bisa menyampaikan berbagai hal di podium ini," ucapnya.
Masih dalam orasinya, Pastika juga menyinggung tentang tiga musuh besar negara yang harus dilawan. Tiga musuh besar itu adalah korupsi, terorisme dan narkotika.
Diantara tiga musuh besar tersebut, menurutnya penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman sangat serius. Jika tak segera tertanggulangi, penyalahgunaan narkotika bisa melenyapkan sebuah generasi.
"Karena kalau sudah ketergantungan, akan sangat berbahaya. Narkotika akan merusak seluruh organ tubuh," ucapnya.
Mengingat besarnya bahaya yang ditimbulkan oleh tindakan penyalahgunaan narkotika, mantan Kapolda Bali itu kembali mengingatkan masyarakat khususnya generasi muda agar jangan sesekali bersinggungan dengan barang terlarang tersebut.
Pastika menambahkan makin kompleksnya tantangan yang akan dihadapi di masa-masa mendatang, menuntut generasi muda agar terus mengasah kemampuan dan meningkatkan kualitas diri. (ed)
Pewarta: Ni Luh RhismawatiEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026