Kemenristekdikti Pantau Proses Penerimaan CPNS Undiksha

Kemenristekdikti Pantau Proses Penerimaan CPNS Undiksha

Ilustrasi - Pelantikan Ketua LPPM di Lingkungan Undiksha Singaraja. (Antara Bali/Bagus Andi/wdy/2017)(edm)

Singaraja (Antara Bali) - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memantau proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Bali, Senin.

"Kami memfokuskan pemantauan pada perguruan tinggi yang baru melaksanaan penerimaan dengan sistem yang saat ini diterapkan di bawah Badan Kepegawaian Negara (BKN)," kata Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenristekdkti Putu Sunika di Singaraja.

Menurut dia Undiksha menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan pemantauan cukup ketat terkait jumlahnya cukup banyak mencapai 23 formasi.

Pemantauan juga terkait penerimaan CPNS yang transparan dan akuntabilitas, sesuai dengan prosedur teknis yang sudah diberikan kepada pihak perguruan tinggi.

"Kami sebatas memantau saja apakah juklak dan juknis sudah dilaksanakan saat proses penerimaan pada seleksi kompetensi bidang (SKB) yang meliputi tiga tahapan yakni tes potensi akademik (TPA), praktek mengajar dan wawancara," tutur dia.

Secara umum, Sunika mengapresiasi pelaksanaan penerimaan CPNS di kampus pendidikan terbesar di Pulau Dewata tersebut. Mulai dari persiapan dan juga pelaksanaan. Undiksha dinilai selangkah lebih maju telah menerapkan sistem komputer (CBT) pada tes potensi akademik.

"Kebanyakan untuk tes TPA masih pakai tes tulis. Tapi Undiksha sudah pakai komputer. Saya apresiasi hal tersebut," kata pria asli Buleleng tersebut.

Saat ini, Kemenristekdikti melakukan pemantauan teknis penerimaan CPNS di 121 perguruan tinggi negeri yang ada di seluruh wilayah tanah air. Dari data tersebut sebanyak 35 perguruan tinggi baru pertama kali melaksanakan penerimaan CPNS sistem terbaru BKN.

Sementara itu, total formasi yang ada di Kemenristekdikti pada 2017 sebanyak 1.500 formasi dan sekitar 2.500 orang dinyatakan lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) dari total peserta yang mendaftar pada seleksi administrasi sekitar 9.000 orang lebih.

"Tapi sayangnya sekitar 273 formasi dapat dinyatakan kosong karena para pelamarnya tidak dapat memenuhi ambang batas nilai (passing grade) yang dipersyaratkan, sehingga tidak ada yang lolos ke tes SKB," paparnya. (WDY)
?>