Denpasar (Antara Bali) - Bali menerima kunjungan wisatawan asal Prancis sebanyak 38.426 orang selama periode Januari-Mei 2011, meningkat 8,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 35.264 orang.
Mereka sebagian besar datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali dengan menumpang pesawat dan hanya 25 orang lewat pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Gede Suarsa, MSI di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, sedangkan selama 2010 wisatawan Prancis berwisata ke Bali sebanyak 104.029 orang, trun 8,31 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 113.453 orang.
"Prancis menempati urutan ke sembilan dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali yang mampu memberikan kontribusi sebesar 3,63 persen dari wisman ke Bali," tutur Gede Suarsa.
Bali menerima kunjungan wisman sebanyak 1,05 juta orang selama lima bulan pertama 2011, meningkat 6,61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 992.335 orang.
Prancis merupakan salah satu pasaran potensial pariwisata Bali, sehingga upaya promosi ke negara itu perlu lebih diintensifkan, antara lain melalui misi kesenian, dengan harapan mampu menarik minat masyarakat negeri itu untuk berlibur ke Pulau Dewata, harap Gede Suarsa.
Tim kesenian Bali yang beranggotakan sekitar 30 seniman tabuh dan tari itu, menurut Ketua Yayasan Yasa Putra Sedana, Payangan Gianyar, Dewa Rai Budiasa akan mengadakan lawatan ke Prancis pada akhir Juli ini untuk ikut ambil bagian dalam atraksi budaya akbar pawai mobil hias dengan bunga-bunga indah.
Tim kesenian Bali mendapat undangan ke Prancus untuk kedua kalinya dari Pendiri festival Montoire, Jean Francois Proux, sedangkan lawatan ke acara yang sama dilakukan pada 1987.
Gede Suarsa menambahkan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali, delapan negara diantaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan hanya dua negara menunjukkan adanya penurunan.
Ke delapan negara yang masyarakatnya semakin banyak berliburan ke Bali selain Prancis juga Australia meningkat 29,34 persen, China 4,19 persen, Malaysia 25,41 persen, Korea Selatan 0,45 persen, Inggris 31,74 persen, Singapura 33,23 persen dan Rusia 25,72 persen.
Dua negara yang masyarakatnya berkurang ke Bali yakni Jepang sebesar 24,60 persen dan Taiwan 4,87 persen.(*)
