"Apresiasi seni kini memasuki arena bergengsi sebagai alat promosi yang menggiurkan," kata Wayan Mudana yang juga Dosen Seni Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, kegiatan seni tersebut menyangkut sebagai wahana simbol peradaban kehidupan manusia maupun perkembangan nilai-nilai sosial lainnya.
Selain itu juga sebagai alat penggerak kebudayaan umat manusia, termasuk di sejumlah negara maju, cukup lama telah menganut seni sebagai alat provokasi budaya.
Wayan Mudana menambahkan, hal itu dilakukan secara perorangan maupun lewat kebijakan politik. Dengan cara mengokohkan keanggunan negeri yang senantiasa menancapkan tonggak peradaban dengan seni.
Promosi merupakan salah satu bagian dalam pemasaran yang sangat penting artinya bagi perusahaan dalam pemasaran produk dan jasa.
"Sebenarnya istilah penjual itu digunakan hanya meliputi kegiatan pemindahan barang atau pengguna penjual jasa, dan tidak terdapat kegiatan lain yang ditujukan untuk mendorong permintaan," ujar Wayan Mudana.
Dengan demikian penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi, sekaligus sebagai arus informasi
untuk mengarahkan seseorang atau organisasi pada suatu tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Untuk itu dalam menciptakan apresiasi, khususnya karya seni lukis itu sangat tergantung dari batas kemampuan vitalisme guna mengungkapkan sesuatu ke dalam kanvas.
Selain karya seni itu juga dipengaruhi segi-segi psikologis lain yang sangat kompleks, karena sebuah lukisan itu mengandung kompleksitas kehidupan jiwa seniman secara total.
Kebutuhan kreatif tersebut berkembang dalam proses penciptaan sebuah karya seni, yang akan diakhiri dengan apa yang disebut kepuasan kreatif.
Kepuasan kreatif merupakan tanda rampungnya sebuah karya kanvas bagi seorang pelukis. "Kepuasan kreatif diibaratkan sebagai muara di lautan, dari sebuah sungai yan berliku-liku panjang meliuk-liuk di sepanjang dataran dan bukit yang berasal dari sebuah mata air di puncak bukit yang disebut kebutuhan kreatif," tutur Wayan Mudana.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026