Singaraja (Antara Bali) - Wakil Bupati Buleleng Drs Made Arga Pynatih MSi mengatakan, jumlah penderita AIDS di wilayahnya kini mencapai 1.103 kasus.

"Ini benar-benar angka yang sudah sangat mengkhawatirkan. Celakanya lagi, penderita sebanyak itu tersebar hampir di semua kecamatan," kata Wabup Arga di Singaraja, ibu kota Kabupaten Buleleng, Rabu.

Ketika mendampingi tim tingkat nasional melakukan penilaian terhadap Pusat Informasi Konseling (PIK)-Reproduksi Remaja(RR) di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Wabup Arga mengharapkan para remaja dapat berlaku positif guna menekan angka pengidap virus HIV/AIDS di daerahnya.

"Penyebaran virus HIV sering kali diawali oleh adanya perbuatan para remaja dan penduduk lainnya yang tidak positif, seperti melakukan hukungan seks bebas dan pelanggaran narkoba," kata Arga yang juga ketua harian KPAD Buleleng.

Menurut dia, sejak dibentuknya PIK-RR di Buleleng, pemerintah pusat sangat menyambut positif. Selain pemerintah, banyak kalangan yang mendukung dibentuknya organisasi yang berbasis sekolah dan masyarakat, yang motor penggeraknya adalah pelajar dan pemuda itu sendiri.

PIK-RR berfungsi sebagai agen informasi dalam memberikan pemahaman kepada para remaja mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan akibat adanya pergaulan bebas dan penggunaan narkoba serta minuman keras.

Wabup Arga mengatakan, lembaga PIK-RR di Buleleng merupakan wadah para remaja dalam memberikan informasi permasalahan tentang penanggulangan bahaya narkoba kaitannya dengan virus HIV/AIDS.

PIK-RR, kata wabup, diharapkan terus dapat berperan sebagai motivator dalam mengarahkan remaja dan pemuda untuk dapat melakukan hal-hal yang positif guna bersama-sama membangun Buleleng.

Ketua Harian PIK-RR Buleleng Gede Komang mengatakan, PIK-RR ini mempunyai tugas mulia, yakni memberikan pemahaman mengenai reproduksi remaja.

Ia mengatakan, PIK-RR ini adalah wadah bagi remaja untuk memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi melalui komunikasi, informasi dan edukasi serta pemahaman tentang tumbuh kembangnya remaja.

Selain itu, lembaga ini juga memberi banyak informasi tentang penyakit menular seksual, bahaya narkoba dan miras, peran keluarga, serta pemahaman arti gender, pelecehan seksual dan pornografi, ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Buleleng sampai saat ini memiliki 14
PIK-RR tersebar di masing-masing kecamatan.

Sementara Ketua Tim Penilai Lomba PIK-RR Tingkat Nasional, Andi H Ismoyo menyebutkan, Pemkab Buleleng sangat mensuport keberadaan lembaga yang dikelola para remaja itu.

"Itu terlihat dari kesiapan Buleleng dalam menghadapi lomba kali ini," ujar Andi sambil tersenyum.

Menurut dia, PIK-RR tidak hanya memberikan pemaham informasi
tentang penyimpangan seksual saja, melainkan juga cara penangulangan kasus HIV/AIDS di masyarakat.

"Kami datang untuk menilai dan mengevaluasi serta ingin mengetahui lebih dekat dan nyata tentang apa saja yang telah dilakukan PIK-RR di Desa Kaliasem ini," kata Andi menambahkan.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026