"Saya sangat bangga melihat aktivitas di setiap sudut kampus ISI Denpasar. Hebat dan luar biasa," katanya setelah melihat-lihat sejumlah kegiatan di kampus perguruan tinggi seni negeri di Bali itu.
Syarief menilai, fasilitas dan sarana yang memadai dengan perencanaan serta peruntukan yang sesuai kebutuhan kampus, sangat mendukung aktivitas ISI Denpasar dalam rangka pembinaan seni budaya Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Syarief melihat berbagai aktivitas kampus, mulai dari latihan karawitan Adi Mredangga dan paduan suara di Gedung Latha Mahosadi, latihan Sendratari di Gedung Natya Mandala, serta pembuatan patung di Studio Patung FSRD.
Syarief juga mengaku sangat kagum menyaksikan mahasiswa karawitan yang berlatih untuk persiapan tampil pada ajang tahunan Pesta Kesenian Bali.
Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S menyatakan sangat berterima kasih atas kunjungan Konjen, serta segala bantuan yang diberikan saat kunjungan ISI Denpasar ke Perth dan juga terkait kerja sama antara ISI Denpasar dan "University of Western Autralia" (UWA) Perth.
"Jaringan ISI Denpasar tidak hanya univeritas dengan universitas, tapi juga universitas dengan kedutaan yang dalam hal ini adalah KJRI di Perth, dalam upaya peningkatan pembinaan seni budaya Indonesia di tingkat internasional," katanya.
Menurut dia, jaringan kerja sama itu merupakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri bagi para dosen di kampusnya untuk mengajarkan seni secara lintas budaya sehingga bisa lebih dikenal ke dunia internasional.
Sementara pada hari yang sama, Rektor ISI juga memberikan pengarahan kepada mahasiswa ISI yang telah lolos seleksi dalam program MIT (Malaysya-Indonesia-Thailand) untuk pertukaran mahasiswa ketiga negara. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026