Denpasar (Antara Bali) - Komisaris Besar Polisi Hariadi tidak saja harus cepat menyesuaikan diri dengan tugas barunya sebagai Kepala Bidang Humas Polda Bali, tapi juga dalam urusan nama.

Begitu menginjakkan kaki di Bali, mantan Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah itu langsung memiliki "nama" khas Bali. Ia kebagian nama Alit di depan nama aslinya, sehingga menjadi Alit Hariadi.

Tambahan nama Bali berawal dari perbedaan tinggi badan antara Hariadi dengan Kombes Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, pejabat yang digantikannya. Sugianyar yang dipindah menjadi Dirlantas Polda NTT ternyata memiliki tubuh lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan Hariadi.

"Wah, saya ini betul-betul alit ya," kata pria kelahiran Gowa, Sulsel, 31 Maret 1962 ini ketika bertemu dengan Sugianyar dalam acara pisah kenal bersama wartawan di Denpasar, Selasa (26/4) lalu.

Alit dalam bahasa Bali atau Jawa berarti kecil. Pembawa acara dalam kegiatan perkenalan tersebut juga menyebut nama Alit untuk Hariadi yang disambut tawa para jurnalis yang biasa liputan di kepolisian.

Lulusan Akademi Kepolisian 1987 yang pernah menjabat Wadir Lantas Polda Kalteng tersebut mengungkapkan kekgatennya ketika harus pindah ke bidang kehumasan. Suami dari Fitrianti ini mengaku harus banyak belajar.

"Saya memasuki belantara penugasan yang betul-betul tidak pernah saya alami sebelumnya. Karena itu saya perlu bantuan dari teman-teman wartawan," kata ayah dari (1) AM Era Wirambara, (2) AM Raga Panggawa, (3) AM Aratta Raya.

"Tanpa ada dukungan media, tidak akan bisa karena dengan media massa itulah kami dapat bicara efektif kepada masyarakat, dibandingkan harus kami lakukan secara 'door to door'. Dan sorotan media massa itu juga berkaitan dengan baik buruknya instansi," ujarnya. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026