Denpasar (Antara Bali) - Ratusan warga Bali menggelar aksi damai dan doa bersama di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bajra Sandhi Renon, Kota Denpasar, Bali, Rabu malam.

Ketua Panitia Aksi Damai, Agus Januraka mengatakan, selain masyarakat umum, aksi damai dan doa bersama tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, politisi dan seluruh elemen lintas agama lainnya.

Ia mengatakan, selain menggelar aksi damai dan doa bersama, ratusan warga Bali tersebut menggelar aksi teatrikal berupa pagelaran seni budaya Bali yang dihadiri oleh para artis Bali.

"Mereka menuntut agar pejuang kebhinekaan Indonesia Anand Krishna segera dibebaskan dari proses hukum yang sedang dilakukan saat ini karena pengadilan tidak bisa membuktikan kesalahan seperti yang dituduhkan terhadap Anand Krishna," katanya.

Menurutnya, proses hukum yang dituduhkan kepada Anand Krishna hingga saat ini belum bisa dibuktikan di pengadilan.

"Kami menuntut agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melakukan intervensi terkait proses hukum yang saat ini sedang dialami tokoh penjuang lintas agama Anand Krishna, karena fakta hukum di persidangan tidak bisa membuktikan jika Anand Krisnha sama sekali tidak bersalah," katanya.

Dikatakan, sekalipun pengadilan belum bisa membuktikan fakta hukum yang membenarkan jika Anand Krishna melakukan tindakan pelecehan seksual namun tersangka tetap dilakukan penahanan sebagaimana biasa.

Bahkan penahanan tersebut, kata dia, terkesan dipermainkan oleh pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja memutarbalikkan fakta hukum yang ada demi kepentingan politik tertentu.

Saat ini tokoh lintas agama ini masih melakukan mogok makan yang telah dilakukan sejak tanggal 9 Maret 2011. Aksi mogok makan tersebut dilakukan hingga titik darah penghabisan karena tersangka merasa tidak melakukan hal seperti yang dituduhkan tersebut.

"Hari ini sudah memasuki hari yang ke-42 aksi mogok makan yang dilakukan Anand Krishna dan akan terus dilakukan hingga ajal menjemputnya karena ia merasa tidak bersalah," ujarnya.

Untuk itu para pendukung setia Anand Krishna asal Bali melakukan aksi solidaritas agar aksi mogok makan tersebut hendaknya mendapat perhatian pemerintah agar bisa mencarikan jalan keluar terbaik untuk sebuah kebenaran.

Menurut Agus Januraka, penahanan terhadap Anand Krishna adalah bentuk atau upaya secara sistematis untuk memasungkan kebenaran pemikiran yang dilahirkan oleh Anand Krishna tentang ideologi kebhinekaan yang ada di Indonesia.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026