"Kami ingin idealnya 70 persen untuk BBK dan premium 30 persen. Dengan pola konsumsi saat ini, tren (konsumsi BBK) itu akan semakin naik," kata Marketing Branch Manager Pertamina Bali and NTB I Ketut Permadi Aryakuumara saat media briefing di Denpasar, Selasa.
Menurut Arya, saat ini konsumsi premium sudah semakin menurun dengan porsi mencapai 50 persen dari sekitar 3.000 kiloliter total konsumsi BBM per hari di Bali.
Sisanya, sebesar 28 persen konsumsi pertamax dan 22 persen merupakan konsumsi pertalite, ujar Arya.
Dia menilai semakin menurunnya tren konsumsi premium karena masyarakat semakin paham dan kesadaran semakin meningkat mengingat beberapa teknologi kendaraan saat ini lebih baik menggunakan level oktan di atas RON 88.
Premium memiliki kadar oktan RON 88 sedangkan dua produk yang memiliki kualitas oktan lebih tinggi yakni pertalite (90) dan pertamax (92).
Dengan selisih harga relatif lebih kecil per liternya, masyarakat kini banyak beralih menggunakan pertalite dan pertamax, produk baru nonsubsidi. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.