Denpasar (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga menambah suplai sebanyak 212 ribu tabung liquefied petroleum gas (LPG) subsidi ukuran tiga kilogram untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan sehubungan libur panjang Idul Adha di Bali.
“Kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi di Denpasar, Selasa.
Ia menjelaskan tambahan alokasi energi itu setara 638 metrik ton atau mencapai 79 persen dari rata-rata konsumsi harian mencapai 270.430 tabung atau 811 metrik ton.
Adapun dari sembilan/kabupaten kota di Bali, tiga besar yang mendapatkan alokasi tambahan paling banyak mempertimbangkan kepadatan penduduk, luas wilayah dan tingginya mobilitas yakni Kota Denpasar sebanyak 45.360 tabung atau 136 metrik ton, kemudian Buleleng sebanyak 34.160 tabung atau 102 metrik ton dan Badung sebanyak 22.400 tabung atau 67 metrik ton.
Di sisi lain untuk layanan bahan bakar minyak (BBM), Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan penambahan stok sesuai kebutuhan dan pengecekan sarana dan fasilitas SPBU secara intensif.
“Kami pastikan pasokan energi di wilayah Bali, baik BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan LPG sesuai peruntukannya yaitu LPG tiga kilogram merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat yang kurang mampu.
Sedangkan masyarakat ekonomi mampu dapat menggunakan LPG non subsidi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi.
“Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.
Pewarta: RedaksiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.