Denpasar (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga menambah sebanyak 131.600 tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran tiga kilogram untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan menyambut libur panjang Paskah di Bali.
“Pada momen libur panjang ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Jumat.
Menurut dia, tambahan pasokan energi itu diperkirakan meningkat sekitar 49 dibandingkan rata-rata konsumsi harian.
Rata-rata konsumsi LPG tiga kilogram subsidi di Bali mencapai sekitar 960 metrik ton per hari.
Sedangkan untuk layanan BBM, pihaknya akan melaksanakan penebalan stok sesuai kebutuhan dan mengecek sarana dan fasilitas di SPBU menyangkut aspek kualitas dan kuantitas BBM.
Meski begitu, ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tidak membeli berlebihan dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan. Jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, karena elpiji berbentuk seperti melon itu merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat miskin.
Ada pun Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) LPG subsidi tiga kilogram mencapai Rp18 ribu per tabung sesuai Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2022.
Ia mengajak masyarakat untuk membeli elpiji subsidi itu di pangkalan dan agen resmi sesuai HET.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026