"Hal itu sebagai upaya membuktikan seriusnya dalam mengelola instiusi pendidikan seni agar bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara," kata Pembantu Rektor I ISI Denpasar Prof Dr Drs I Nyoman Artayasa, M.Kes di Denpasar, Rabu.
Hal itu sebagai upaya mewujudkan visi ISI Denpasar menjadi pusat unggulan seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal.
Selain itu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan kebenaran, kejayaan, dan keindahan.
Prof Nyoman Artayasa menambahkan, pihaknya sedang melakukan revisi borang sebagai instrumen akreditasi berupa formulir yang berisikan data dan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi dan menilai mutu suatu program studi atau institusi perguruan tinggi.
Sejumlah program studi masih ada mendapatkan nilai akreditasi C, karena jurusannya masih tergolong baru belum mampu mencetak lulusan.
Meskipun demikian salah satu Prodi yang belum meluluskan sarjana yakni Televisi dan Film, namun sudah mampu akreditasi B.
Untuk itu, pihaknya semakin optimis menjadi kampus terbaik dalam memberikan pendidikan kesenian sebagai pusat penciptaan, pengkajian, penyajian, dan pembinaan seni budaya yang unggul.
Ia mengharapkan, peningkatan akreditasi untuk proses evaluasi dan penilaian mutu institusi atau program studi yang dilakukan oleh suatu tim pakar sejawat (tim asesor) berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.
Pihaknya selalu mendorong setiap karya agar membuat deskripsinya, sehingga bisa dipublikasikan sekaligus menghindari pengklaiman orang lain, katanya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Wayan ArtayaEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.