Singaraja, (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus konsisten mengkampanyekan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bertujuan menciptakan tempat kerja yang sehat, aman dan produktif.

"Kami Menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan ini dimana juga dirangkaikan dengan apel bendera serta simulasi penanganan kebakaran," kata Kepala Disnakertrans Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri di Lapangan Umum Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Selasa.

Menurut dia, kampanye keselamatan dan kesehatan kerja sengaja dirangkaikan dengan simulasi penanganan kebakaran karena lingkungan kerja sangat rentan terhadap bahaya kebakaran.

Dwi menjelaskan, simulasi diharapkan dapat membuat para pengusaha dan pekerja waspada terutama di lingkungan kerja dimanapun mereka berada terutama di wilayah-wilayah yang rentan.

"Semakin dini tahu dan paham caranya, semakin mudah penanganannya. Kerugian juga bisa ditekan. Pengusaha tidak terlalu banyak rugi, pekerja tidak terancam kehilangan pekerjaan," jelasnya.

Sementara itu Asisten II Setda Buleleng, Ida Bagus Geriastika mengatakan pemahaman penanggulangan kebakaran harus ditularkan ke seluruh pekerja. "Yang ikut simulasi sekarang, harus bisa menjelaskan caranya ke rekan-rekannya. Semakin banyak yang tahu dan paham, semakin baik," ucapnya.

Sementara itu, kampanye tersebut juga mengundang seluruh "stakeholder" baik itu pengusaha maupun pekerja dimana selain diisi dengan simulasi penanganan kebakaran, juga diisi dengan acara penanaman pohon, pemberian penghargaan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja terbaik, serta pemberian BPJS Award. (KUN)

Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi Purnomo

Editor : I Made Andi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016