Singaraja (Antara Bali) - Tim Polres Buleleng berhasil mengungkap kronologis awal masuknya perampok bersenjata saat beraksi Pegadaian unit pusat perbelanjaan Hardys Plaza di Jalan Ngurah Rai, Singaraja, Senin (9/8).

"Pelaku sebelumnya sempat menanyakan letak Pegadaian unit Hardys kepada salah seorang karyawan setempat," ujar Kabag Bina Mitra Polres Buleleng Kompol Made Sudirsa Sudirsa di Singaraja, Selasa.

Setelah ditunjukkan lokasinya, lanjut Sudirsa, pelaku yang sebelumnya mengaku akan menggadaikan sepeda jenis Yamaha Vixon hitam miliknya, diantar masuk hingga depan pintu masuk Pegadaian oleh seorang petugas keamanan yang ada di Hardys Plaza.

Bahkan setelah melancarkan aksinya, pelaku juga masih ikut menyaksikan korban Mirza Nesti Nirmala (24) yang pegawai Pegadaian unit Hardys, ketika tergeletak berlumuran darah, kata Sudirsa menegaskan.

"Ketika salah satu satpam memanggil mobil ambulans dan pengunjung mulai ramai menyaksikan kejadian tersebut, pelaku diam-diam melarikan diri tanpa ada yang menyadari," ujarnya.

Menurutnya, keterangan tersebut dikaitkan dengan sejumlah fakta awal yang ditemukan serta beberapa petunjuk lain yang mulai memperlihatkan benang merah tindak pidana tersebut.

Lima dari tujuh orang saksi yang sudah diperiksa di Polres Buleleng, juga sempat mendengar suara jeritan korban yang minta tolong sebelum korban lemas dan dievakuasi ke rumah sakit umum milik Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Menurutnya, selain membawa uang sejumlah Rp16.350.000, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga seperti emas milik Pegadaian dan telepon seluler milik korban.

"Diperkirakan, korban sempat melakukan perlawanan saat pelaku hendak melarikan diri," ujar Sudirsa.

Ditanya hasil perkembangan penyelidikan terhadap kasus itu, ia menjelaskan, timnya masih terus mengembangkan dan mencari sejumlah bukti yang mengarah kepada pelaku.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010