Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat kondisi inflasi Mei 2026 secara bulan ke bulan berbeda dari biasanya.
“Bulan Mei 2026 kami mencatat telah terjadi inflasi sebesar 0,42 persen secara bulan ke bulan, berdasarkan grafik 2 tahun terakhir 2024 dan 2025 sebenarnya bulan Mei itu deflasi, sedangkan 2026 ini polanya relatif mirip tahun 2023, tapi tahun 2023 pun angka inflasinya sedikit lebih landai 0,34 persen,” ucap Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan.
Agus Gede di Denpasar, Selasa, menyebut berdasarkan kelompok pengeluarannya, BPS Bali melihat Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi pemberi andil terbesar terhadap inflasi Mei 2026 yaitu 0,17 persen disusul seluruh kelompok pengeluaran lainnya.
“Kelompok pengeluaran semuanya tercatat mengalami inflasi meski ada tiga yang besaran perubahan harganya itu hampir tidak berarti, itu yang bisa kami lihat dari pergerakan harga secara bulan ke bulan,” ujarnya.
Ketika dilihat dari sisi komoditasnya, diketahui sepanjang Mei inflasi pada angkutan udara, cabai rawit, dan cabai merah paling besar.
“Beras inflasinya 0,91 persen, kemudian cabai rawit mengalami inflasi 7,63 persen, bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 2,07 persen, minyak goreng inflasi 2,14 persen, cabai merah inflasi 11,76 persen, dan terakhir angkutan udara mengalami inflasi 8,61 persen,” ujar Agus Gede.
BPS mencoba mengaitkan sejumlah peristiwa untuk menjawab kondisi Mei 2026 seperti Idul Adha yang sebelumnya Juni namun tahun ini Mei, hujan yang masih turun di Bali, kebijakan kenaikan harga LPG non-subsidi, dan kenaikan harga tiket pesawat.
“Perayaan Idul Adha itu puncaknya di tanggal 26 dan 27 Mei, itu mendorong permintaan pangan sehingga kebutuhan konsumsi mendorong kenaikan harga biasanya, misalnya cabai rawit dan cabai merah dari beberapa informasi yang kami dapatkan,” tuturnya.
Peristiwa-peristiwa ini diperkuat dengan data BPS Bali yang menunjukkan perbedaan inflasi Mei hanya terjadi secara bulan ke bulan, sebab secara tahun ke tahun setiap Mei Bali selalu mengalami inflasi.
Pada Mei 2026 secara tahun ke tahun inflasi Bali sebesar 2,99 persen, pada tahun 2025 juga terjadi inflasi namun relatif lebih rendah yaitu 1,92 persen.
“Jadi pada saat ini 2,99 persen masih relatif lebih tinggi dari sebelumnya tapi kalau kita bandingkan dengan 2 tahun sebelumnya yaitu 2024, Mei 2026 masih relatif lebih rendah, karena saat itu 3,54 persen,” ucap Agus Gede.
Kondisi inflasi juga merata di kota-kota di Bali, seperti Kota Singaraja, Tabanan, Badung, dan Denpasar yang menjadi pertimbangan menunjukkan inflasi secara bulan ke bulan maupun tahun ke tahun.
Di Singaraja, inflasi bulan ke bulan 0,37 persen dan tahun ke tahun 3,17 persen, di Tabanan bulan ke bulan 0,54 persen dan tahun ke tahun 2,78 persen, di Badung bulan ke bulan 0,25 persen dan tahun ke tahun 2,64 persen, dan di Kota Denpasar secara bulan ke bulan inflasi 0,50 persen dan tahun ke tahun 3,19 persen.
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026