Denpasar (Antara Bali) - Pembentukan Laskar Merah Putih (LMP) di Pulau Dewata tidak ada kaitannya dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali pada Mei tahun ini, namun murni untuk menjaga persatuan di daerah tersebut dari pengaruh negatif yang dapat menggerogoti kedaulatan bangsa.
    
"Pembentukan pengurusan atau markas daerah di Bali ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pilgub," kata Ketua Umum LMP Ade Erfil Manurung di Denpasar, Minggu.

Menurut dia, sama sekali kehadiran organisasi masyarakat itu tidak ada kaitannya dengan unsur politis. Sama sekali tidak ada arah untuk mendukung salah satu calon gubernur sebab keberadaan ormas tersebut mandiri dan independen.
    
Dia mengatakan, hal yang membedakan LMP dengan ormas lainnya adalah LMP bukanlah kumpulan preman sebab misi utama adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal senada disampaikan oleh Mohammad Gempar Soekarnoputra, salah satu pendiri LMP. Dia menuturkan, kehadiran ormas tersebut di Pulau Dewata adalah untuk menjaga pluralisme sebab pihaknya tidak memandang perbedaan dari suku, ras dan agama.

"Kami adalah bagian dari komponen bangsa yang berusah menjaga kesatuan dan persatuan negara ini. Saat ini sudah terbentuk markas daerah di 33 provinsi tidak satu lagi di daerah Kalimantan," ucapnya.

Sementara itu Ida Ayu Saraswati selaku Ketua Markas Daerah LMP Provinsi Bali, mengatakan, saat ini sudah ada sebanyak 300 anggota yang berasal dari seluruh daerah di Pulau Dewata. (IGT)

Pewarta:

Editor : I Gusti Ketut Agung Wijaya


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013