Surabaya (Antara Bali) - Peneliti herbal dan obat tradisional dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr Mangestuti Apt MS menyarankan pemerintah agar meningkatkan penyediaan obat herbal terstandar dan fitofarmaka (obat herbal yang melalui serangkaian uji klinis pada manusia).
"Kedua jenis obat yang berbahan baku tanaman obat itu sudah melalui serangkaian penelitian yang memberikan landasan ilmiah pada pemakaiannya untuk tujuan kesehatan," katanya kepada Antara di Surabaya, Sabtu.
Menanggapi tren pemanfaatan herbal di masyarakat, ia berpendapat pemakaian herbal yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dalam bentuk ramuan obat tradisional Indonesia, itu memang secara empiris terbukti dapat membantu mencapai kondisi sehat.
"Oleh karena itu, seorang guru besar dari Jepang pernah mengatakan bahwa seharusnya bangsa Indonesia tidak perlu mencari obat tradisional negara lain, karena sudah mempunyai kekayaan ramuan dan herbal yang tumbuh subur," ungkapnya.
Menurut dia, pendapat profesor Jepang itu sangat tepat dan perlu menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah maupun peneliti Indonesia untuk berkomitmen menyelenggarakan pengobatan yang dapat dipertanggungjawabkan mutu dan khasiatnya secara ilmiah melalui pengadaan obat herbal terstandar dan fitofarmaka di pasaran. (*/DWA)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013
"Kedua jenis obat yang berbahan baku tanaman obat itu sudah melalui serangkaian penelitian yang memberikan landasan ilmiah pada pemakaiannya untuk tujuan kesehatan," katanya kepada Antara di Surabaya, Sabtu.
Menanggapi tren pemanfaatan herbal di masyarakat, ia berpendapat pemakaian herbal yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dalam bentuk ramuan obat tradisional Indonesia, itu memang secara empiris terbukti dapat membantu mencapai kondisi sehat.
"Oleh karena itu, seorang guru besar dari Jepang pernah mengatakan bahwa seharusnya bangsa Indonesia tidak perlu mencari obat tradisional negara lain, karena sudah mempunyai kekayaan ramuan dan herbal yang tumbuh subur," ungkapnya.
Menurut dia, pendapat profesor Jepang itu sangat tepat dan perlu menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah maupun peneliti Indonesia untuk berkomitmen menyelenggarakan pengobatan yang dapat dipertanggungjawabkan mutu dan khasiatnya secara ilmiah melalui pengadaan obat herbal terstandar dan fitofarmaka di pasaran. (*/DWA)
Editor : Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013