PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyasar komunitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali untuk menggenjot penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

“Melalui program pemberdayaan komunitas yaitu pembinaan berdasarkan kesamaan bisnis dan kepentingan,” kata Kepala Kantor Regional BRI Denpasar Recky Plangiten di Denpasar, Selasa.

Melalui pembinaan itu, bank BUMN tersebut dapat meningkatkan kapasitas sekaligus menumbuhkan skala usaha UMKM.

Selain melalui pendekatan komunitas UMKM, pihaknya juga bekerja sama dengan anak perusahaan yakni PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Keterlibatan PNM itu dilakukan untuk memfasilitasi nasabah ultra mikro yang bisa naik kelas menikmati fasilitas KUR.

Saat ini, BRI di Bali memiliki sebanyak 356.204 debitur yang bergerak di sektor UMKM dengan jumlah klaster binaan di Pulau Dewata mencapai 367 klaster.

Baca juga: BRI perkirakan raih laba Rp55 triliun pada 2023

Selain itu, ada juga 66 desa Brilian yang merupakan program pemberdayaan desa untuk menciptakan desa independen secara ekonomi dan dapat tumbuh berkelanjutan.

Bank pelat merah itu mencatat target penyaluran KUR pada 2023 di Bali mencapai Rp3,6 triliun dan pada 2022 mencapai Rp6,5 triliun.

Ada pun realisasi KUR BRI di Pulau Dewata selama Januari-September 2023 sudah mencapai Rp3,4 triliun kepada 56.709 nasabah.

Sedangkan pada Januari-September 2022, realisasi KUR di Bali mencapai Rp4,9 triliun kepada 106,276 nasabah.

Salah satu pelaku UMKM di Denpasar, Bali, yang menjadi debitur BRI yakni I Nyoman Yenni Susanti yang memproduksi kerajinan dengan mengolah sampah mangrove dengan teknik ecoprint menggunakan warna dan motif alami sehingga menekan pencemaran dari bahan kimia.

Baca juga: BPJamsostek Denpasar siap berikan perlindungan debitur KUR BRI

Yenni yang memulai usaha sejak 2019 memproduksi sandal, tas, topi, dompet hingga kipas.

Ada pun pewarnaan menggunakan kulit kayu pohon mangrove yang tidak terpakai dan buah mangrove yang sebelumnya menjadi sampah, serta daunnya menjadi cetakan motif.

Pemasaran dilakukan salah satunya melalui wadah perdagangan daring dengan metode pembayaran digital dan QRIS dan harga produk bervariasi dari Rp150 ribu hingga Rp1 juta.

Ia juga kerap diajak BRI dalam sejumlah pameran untuk promosi produk UMKMnya.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali, secara umum realisasi kredit di Bali posisi September 2023 mencapai Rp102,97 triliun atau tumbuh 5,11 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp97,97 triliun.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023