Dinas Pertanian Kota Denpasar meminta seluruh desa/kelurahan di Provinsi Bali agar membentuk Tim Siaga Rabies (Tisira) untuk menekan kasus penularan rabies di Ibu Kota Provinsi Bali itu.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar AA Bayu Brahmasta di Denpasar, Selasa, mengatakan pihaknya terus berupaya mencegah penularan rabies di Kota Denpasar guna meminimalisasi dampak seriusnya di tengah masyarakat.

"Nantinya Tim Siaga Rabies bertugas untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat," ujar pria yang biasa disapa Gung Bayu itu saat Rapat Koordinasi Program Ekspansi Pembentukan Tim Siaga Rabies.

Kegiatan rapat turut menghadirkan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Denpasar, Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) serta perwakilan 43 desa/kelurahan se-Kota Denpasar.

Baca juga: Masyarakat Bali prioritas membutuhkan diarahkan suntik Vaksin Anti Rabies di kantor Dinkes

Gung Bayu menyampaikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terutama tentang langkah awal pencegahan penularan rabies seperti halnya pelaksanaan vaksinasi, kastrasi hingga mengecek kesehatan hewan secara rutin oleh pemilik.

"Dinas Pertanian Kota Denpasar memaksimalkan Tim Siaga Rabies. Tim ini bertugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meminimalisasi penyebaran rabies dan meminimalisasi timbulnya korban gigitan," ucapnya.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh desa/kelurahan di Kota Denpasar agar secara aktif membentuk Tim Siaga Rabies. Hal ini karena desa/kelurahan menjadi garda terdepan dalam melaksanakan pengawasan, sosialisasi dan edukasi.

Hewan penular rabies (HPR) di Kota Denpasar diestimasikan berjumlah 82.195 ekor, sedangkan cakupan vaksinasi rabies hingga September 2023 sudah lebih dari 70 persen.

Baca juga: Pemasangan mikrocip pada anjing dapat cegah rabies
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023