Nusa Dua (Antara Bali) - Indonesia berpeluang menjadi referensi harga perdagangan komoditi dunia mengingat Indonesia menjadi salah satu produsen dan pemasok utama sejumlah komoditi di antaranya minyak kelapa sawit, karet, timah, kakao, dan kopi, kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, di Nusa Dua, Selasa.
     
"Ke depan ini yang harus kita betul-betul usahakan. Bappebti dalam hal ini akan mengusahakan tetapi bukan untuk mengambil alih," kata Bayu, seusai membuka seminar nasional mengenai peran perdagangan berjangka komoditi dalam penguatan perekonomian nasional.
     
Menurut dia Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tak lagi dominan namun justru akan berupaya mendorong para pelaku usaha yang bergerak dalam perdagangan berjangka komoditi untuk bisa membangun reputasi harga yang lebih baik.
     
Ia menilai tanpa adanya reputasi yang baik, maka mustahil bisa menjadi referensi harga dunia.
     
"Ini menjadi tantangan. Kalau kita lihat perdagangan komoditi di bursa masih kecil secara prosentase. Ke depan harus dibuat lebih signifikan sehingga referensi harga bisa kita dapat," ujar Bayu. (DWA/IGT/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012