Denpasar (Antara Bali) - Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar mencatat sekitar dua persen dari jumlah penduduk di ibu kota Provinsi Bali itu yang mau mengolah sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.

"Padahal volume sampah di wilayah ini terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Akan tetapi nampaknya banyak warga yang menilai sampah adalah hal yang jorok sehingga kurang tertarik untuk mengolahnya," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar, I Ketut Wisada, Jumat.

Hal itu yang membuat masih minimnya jumlah warga yang mau mengolah sampah, walaupun pihaknya telah melakukan sosialisasi tentang manfaat ekonomi dari hasil pengolahan sampah.

Menurut dia, apabila proses pengumpulan, pemilahan dan pengolahan dilaksanakan sesuai dengan jenisnya pasti akan memiliki nilai ekonomi. "Oleh karena itu kami terus berupaya melakukan sosialisasi melibatkan seluruh komponen masyarakat, salah satunya dengan memberitahukan cara pembentukan bank sampah," ucapnya.

Wisada menilai, dengan banyaknya masyarakat yang mau mengolah sampah tentu akan membuat sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) semakin berkurang.(IGT)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012