Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin mulai membuka objek wisata setelah ditutup sejak 12 Mei 2021, sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan pengunjung yang memicu kerumunan saat libur Lebaran 1442 Hijriah.

"Mulai hari ini, objek wisata pantai, wisata religi dan wisata kolam renang kita buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Senin.

Dengan kebijakan pembukaan objek wisata tersebut, secara otomatis kegiatan penjagaan di setiap pintu masuk oleh tim gabungan baik dari TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan sudah ditiadakan lagi.

"Tapi kita akan melakukan pengawasaan saat libur hari besar seperti libur Hari Raya Waisak tanggal 26 Mei. Objek wisata tetap kita buka, tapi pengunjung dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas normal," katanya.

Baca juga: Bromo-Semeru dibuka untuk wisatawan mulai 24 Mei

Selain itu,  semua pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan pada fasilitas yang telah disiapkan di masing-masing objek wisata dan yang terpenting menjaga jarak atau tidak berkerumun pada satu titik.

"Untuk pedagang yang berada di objek wisata secara otomatis juga bisa kembali beraktivitas seperti biasa, dengan batas jam operasional pada pukul 22.00 Wita," katanya.

Pengawasan dan pembatasan kunjungan masyarakat ke objek wisata juga akan dilakukan pada akhir pekan, yang dinilai berpotensi terjadi peningkatan kunjungan karena selama libur lebaran Idul Fitri dan "Lebaran Topat" (ketupat) objek wisata ditutup.

"Kita khawatir, masyarakat memanfaatkan akhir pekan untuk berwisata sebab tidak bisa berwisata saat Lebaran Topat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri," ujarnya.

 

Pewarta: Nirkomala

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2021