Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam mencegah dan menekan penyebaran COVID-19 termasuk kebijakan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

"Kami di Badung bersama Forkopimda siap mendukung dan melaksanakan apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden. Kami akan terus berkoordinasi terkait teknisnya, agar kebijakan ini bisa dijalankan dengan baik dan efektif," ujar Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Mangupura, Selasa.

Menurutnya, peningkatan kasus penyebaran COVID-19 di sejumlah negara harus dijadikan acuan bersama, serta berharap agar warga masyarakat mengikuti imbauan dari pemerintah pusat.

Baca juga: Satgas COVID-19 ajak mudik virtual

Untuk itu, Bupati Giri Prasta bersama seluruh jajaran akan melakukan langkah-langkah antisipasi dan koordinasi bersama stakeholder/instansi terkait lainnya dalam rangka mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat.

"Mari bersama-sama berupaya menjaga Badung dari penyebaran COVID-19. Ini soal gas dan rem, kita harus tahu momentum kapan mulai nge-gas, kapan kita menginjak rem. Di satu sisi agar ekonomi tetap berjalan dan di sisi lain kesehatan masyarakat tetap terjaga," katanya.

Pihaknya juga telah mengikuti rapat koordinasi secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang membahas upaya antisipasi peningkatan angka COVID-19 di bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri tahun 2021.

Baca juga: Satgas COVID-19: Mudik apapun bentuknya dilarang

Dalam rakor tersebut, Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan jajaran di daerah untuk melakukan sejumlah upaya untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan COVID-19 selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Ia juga meminta para kepala daerah agar tetap fokus dan jangan kendor dalam menerapkan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Kepala Daerah agar satu narasi dengan Bapak Presiden dalam hal larangan mudik. Kita jangan kendor penanganan pandemi ini. Kita harus konstan dalam menangani COVID-19. Dimana sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, kepala daerah jangan membuka kegiatan melibatkan banyak masa terlalu cepat. Dunia belajar dari ledakan kasus COVID-19 di India," ujarnya.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2021