Direktorat Sabhara (Dit Sabhara) Polda Bali mengamankan 24 anak di bawah umur yang terjaring sebagai pelaku aksi balap liar, di Jalan By Pass Suwung Denpasar Selatan, Jumat (25/9) dinihari sekitar pukul 01.30 wita.
 
"Yang kita temukan ada taruhan tapi tidak banyak bila dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Sekarang yang disita 19 sepeda motor, delapan diantaranya sudah dimodifikasi serta uang taruhan senilai Rp156 ribu," kata Kanit III Gasum Dit Sabhara Polda Bali, AKP Mesker Rafael saat dihubungi di Denpasar, Jumat.
 
Ia mengatakan dalam aksi balap liar dengan rute sejauh 350 meter tersebut, telah mengamankan 24 anak-anak di bawah umur. Dua diantaranya siswa kelas 6 SD dan siswa kelas 3 SMP, sedangkan 22 orang lainnya berstatus siswa SMA/K.
 
 
"Patroli ini sifatnya rutin, dan kita juga mendapat laporan bahwa masyarakat resah dengan suara motor yang mengganggu dari aksi trek-trekan anak-anak ini. Mereka beraksinya sering dini hari sekitar pukul 01.00 wita ke atas. Setelah tertangkap kita hanya bawa ke kantor dikasih binaan, arahan dan diambil tindakan oleh lalu lintas untuk ditilang," ucapnya.
 
Ia mengatakan anak-anak yang mengikuti balapan liar ini bukan berasal dari daerah dekat lokasi balap liar. Kata dia justru, anak-anak ini berasal dari beberapa lokasi di Denpasar dan Badung. Ada yang dari Gatsu, hingga Kerobokan, Abiansemal dan beberapa daerah lainnya.

Baca juga: Polres Klungkung sita 56 kendaraan balapan liar
 
Selain itu, para remaja dalam aksi balap liar ini tidak hanya beraksi di satu lokasi, melainkan berpindah-pindah untuk menghindari polisi. Kata dia, para remaja ini juga terdiri dari beberapa kelompok balap liar yang berbeda-beda.
 
Selain itu, wilayah yang paling sering ditemukan ada aksi balap liar diantaranya di daerah Jalan Mahendradatta, sepanjang Bypass Ngurah Rai, Jalan Dewi Sri dan sepanjang Jalan Kerobokan menuju Jalan Nakula.
 
"Masa COVID ini tidak mempengaruhi mereka melakukan aksi balap liar. Mereka ini juga punya intelejen khusus untuk tahu keberadaan polisi, kalau tahu ada polisi datang langsung kabur sudah. Sementara itu, kami juga mengandalkan intel untuk memantau pergerakan mereka," ucap Rafael.
 
Selanjutnya, para orang tua dari anak-anak ini akan dipanggil ke Polda Bali, untuk benar-benar diawasi di rumah dan diberikan pembinaan agar tidak keluar rumah sampai pagi untuk ikut balap liar.
 
Bentuk antisipasi ke depannya dengan tetap melakukan patroli rutin, mengutamakan tindakan preventif dan minta kepada semua pihak, khususnya wilayah Denpasar Badung bersama-sama membantu agar aksi ini dapat diminimalisir.
 
"Mereka ini masih anak-anak kecil, belum ditangkap mereka angkat kepala sambil angkat motor ejek-ejek kita (polisi), giliran ditangkap seperti tikus kena air semua," katanya.
 

Pewarta: Ayu Khania Pranishita

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020