Wakil Bupati Badung, Bali, I Ketut Suiasa mengajak pendeta dan Majelis Gereja Hosana Kwanji, Badung, untuk bersama-sama membangun keharmonisan pada masyarakat, khususnya bagi umat Kristiani.

"Mari semuanya bersama bergandengan tangan dan bersatu padu untuk membangun keharmonisan," ujar Wabup Suiasa dalam keterangan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Badung, Bali, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya juga berterima kasih kepada pendeta dan Majelis Gereja Kwanji. Kehadiran pendeta dan Majelis Gereja tersebut secara tidak langsung juga turut mendoakan pemerintah agar mampu melaksanakan tugas sebagai pengayom masyarakat.

Wabup Suiasa berharap, jalinan komunikasi, silaturahmi dan ikatan batin yang tekah terjalin tersebut bisa berlanjut semakin baik serta semakin kuat.

"Saya bersama Bapak Bupati, hampir lima tahun mengemban amanah masyarakat dalam berbagai kebijakan di segala aspek pembangunan termasuk peningkatan spiritual masyarakat di berbagai keyakinan. Dengan segala keterbatasan, kami berupaya meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan secara kualitatif sikap mental dan spiritual serta kerukunan masyarakat," katanya.

Baca juga: KPAI: tanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini

Ia menambahkan, dari sisi tingkat kerukunan, Badung memiliki skor indeks kerukunan masyarakat sangat tinggi di angka 94. Hal tersebut menurut Wabup Suiasa tidak terlepas dari program-program strategis yang telah dijalankan dan dapat bermanfaat, baik itu bagi masyarakat, alam maupun adat, agama, tradisi, seni dan budaya yang ada di Badung.

Sementara itu, Pendeta GKPB Hosana Kwanji, Pendeta Naftalia Julita L. mengatakan, pihaknya melakukan tatap muka dengan Wabup untuk silaturahmi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Kabupaten Badung yang telah memberikan perhatian seperti dengan pembangunan gedung gereja.

"Kami sebagai bagian dari masyarakat, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Badung yang telah memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat, termasuk terhadap pembangunan gedung gereja kami yang saat ini sudah terlaksana dengan baik," katanya.

Ia menambahkan, karena masih dalam situasi pandemi COVID-19, untuk sementara pihaknya belum dapat menggunakan gedung itu untuk ibadah. Namun, menurutnya sudah turun izin dan surat dari Bupati Badung terkait perizinan untuk ibadah sesuai dengan protokol kesehatan.

"Sehingga dalam waktu dekat kami akan melakukan ibadah dalam situasi adaptasi kebiasaan baru,," kata Naftalia Julita L.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020