Lembaga sosial-kemanusiaan "Aksi Cepat Tanggap" (ACT) Bali bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar melakukan penyemprotan disinfektan di area Banjar Sanglah dan sekitarnya sebagai langkah pertama dari target 300 titik penyemprotan disinfektan se-Bali untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

Keterangan pers ACT Bali yang diterima di Denpasar, Sabtu, melaporkan penyemprotan pertama itu dilakukan di area yang sarat keramaian, diantaranya lingkungan Banjar Sanglah (belakang Pasar Sanglah) dan tempat-tempat ibadah.

Dua diantaranya tempat peribadatan yang disemprot adalah Gereja Gepembri Denpasar dan Masjid An-Nur, Denpasar. Selain itu taman bermain dan sekolah taman kanak-kanak di area tersebut juga disterilkan.



ACT Bali mengerahkan relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Denpasar yang melakukan penyemprotan pada hari Jumat (20/3) mulai jam 8.00 WITA dengan pendampingan atau pengawalan dari jajaran setempat, seperti Kepala Dusun Sanglah, Eka Armada I Made, Wayan Rahadi dari Dinas Kesehatan, dan Babinsa setempat Nyoman Santa.

Dalam kesempatan itu, Ketua MRI Denpasar, Putu Julianto, menyampaikan aspirasinya terkait Pandemi COVID-19 itu. "Lewat program penyemprotan itu, MRI se-Bali akan terus berusaha mengawal wabah ini," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersikap pro-aktif dan jangan mudah tergiring isu yang mendorong kepanikan warga, karena dalam situasi seperti saat ini justru sikap berlebihan akan memperkeruh situasi.

"Kita sikapi santai saja, jangan berlebihan. Yang penting semuanya tetap menjaga kebersihan dan rajin cuci tangan, apalagi kasus COVID-19 di Bali tergolong rendah," katanya.

Sementara itu, Branch Manager ACT Bali Arif Marsudi menjelaskan 300 titik lebih se-Bali yang dibantu untuk disterilkan itu meliputi fasilitas umum, sekolah dan tempat peribadatan, termasuk di kantor biro LKBN ANTARA Bali yang direncanakan pada Senin (23/3).

"Kami juga melakukan aksi sosialisasi pencegahan Virus COVID-19 kepada masyarakat, dan ini adalah langkah lanjutan, sehingga harapan kami bahwa pencegahan ini dapat berjalan dengan maksimal," ucapnya.

Menanggapi kolaborasi ACT-Dinkes itu, Kadis Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kota Denpasar, Tri Indarti, mengharapkan semua elemen masyarakat peduli dan dapat berpartisipasi dalam pencegahan virus COVID-19.

"Semoga, langkah ACT Bali dapat menginisiasi LSM lain untuk dapat saling berkesinambungan dalam mengedukasi masyarakat untuk melakukan pencegahan bersama-sama," katanya.



 

Pewarta: Edy M Yakub

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020