Program inovasi Badung Anti Kantong Plastik (Batik) berbasis kearifan lokal dan Fish Go yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, berhasil lolos dalam TOP 99 Inovation pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Nasional 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN dan RB.

"Kami menyambut gembira lolosnya dua inovasi pelayanan publik kami di bidang lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat ini serta berharap dapat lolos pada tahap evaluasi selanjutnya yaitu TOP 40 dan TOP 15," ujar Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, di Mangupura, Kamis.

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Nasional 2019 tersebut merupakan kompetisi yang juga akan menjaring inovasi pelayanan publik dari berbagai daerah di Indonesia yang nantinya akan mewakili Indonesia di forum internasional.

"Selain berharap inovasi kami dapat lolos pada tahap evaluasi TOP 40 dan TOP 15, saya harap inovasi ini bisa menjadi salah satu duta Indonesia dalam ajang United Nation Public Service Award (UNPSA) seperti inovasi kami yang lain yaitu Gotik atau Gojek Sampah Plastik yang mengikuti ajang internasional tersebut pada tahun 2017 lalu," kata Suiasa.

Ia menjelaskan untuk bisa lolos ke TOP 99 Inovation, Batik dan Fish Go harus bersaing ketat dengan ribuan inovasi dari berbagai daerah serta melalui tahapan seleksi proposal yang sangat ketat dengan sistem aplikasi.

“Karena komitmen yang tinggi dan melalui proses pendampingan yang serius, ada 13 inovasi pelayanan publik dari Badung yang memenuhi syarat untuk bersaing di tingkat nasional dan akhirnya yang berhasil lolos baru dua inovasi. Sedangkan untuk inovasi yang tahun ini belum lolos, tahun depan akan kami kirim lagi dengan berbagai penyempurnaan,” ujarnya.

Lolosnya dua inovasi tersebut juga tidak lepas dari komitmen seluruh jajaran Pemkab Badung yang terus memberikan dorongan kepada seluruh perangkat daerah agar setiap tahun minimal memiliki satu Inovasi atau one agency one innovation dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Kami akan memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Badan Litbang Badung yang telah menginisiasi lahirnya Batik dan Fish Go. Saat ini hasilnya sudah kami rasakan dengan berkurangnya timbunan sampah plastik dan berubahnya perilaku masyarakat,” katanya.

Tidak hanya memberikan apresiasi kepada DLHK dan Badan Litbang setempat, Wabup Suiasa juga mengaku akan menegur dan mengevaluasi para perangkat daerah yang tidak serius dan tidak mampu melahirkan inovasi.

"Hal ini dimaksudkan agar dapat memberi motivasi bagi perangkat daerah lain untuk terus berinovasi, sehingga setiap tahun Badung mampu berkiprah di tingkat nasional dan yang paling penting inovasi tersebut mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi serta berdampak pada kemudahan dan percepatan pelayanan kepada masyarakat," katanya.*

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019