Denpasar (Antaranews Bali) - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani mengemukakan pihaknya memerlukan mitra untuk meningkatkan pengunjung perpustakaan dan minat baca masyarakat Bali.

Ia mengatakan hal itu ketika menerima kunjungan para pengurus Satupena Bali, suatu organisasi berskala nasional tempat berhimpunnya para penulis buku, artikel dan cerpen, di Denpasar, Jumat. Rencananya, Satupena Bali akan mengadakan diskusi buku atau bedah buku tiap bulan, untuk menghimpun para penulis dan pecinta buku di Bali.

“Dengan kegiatan ini, kami mau membangun jaringan penulis dan pecinta buku. Dengan diskusi buku diharapkan menjadi media pertemuan, komunikasi, dan tukar pikiran bagi para penulis dan pecinta buku,” kata Debby Lukito Goeryadi, salah satu pengurus Satupena Bali.

Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Bali Haryani berjanji akan membantu penyediaan tempat diskusi dan memberikan daftar komunitas pecinta buku dan perpustakaan. “Sehingga setiap kegiatan diskusi buku akan banyak yang hadir karena ketemu dengan komunitas peminat baca buku,” tambah dia.

“Kami perlu mitra agar perpustakaan ini bisa menjadi tempat wisata intelektual bagi semua generasi, terutama generasi muda. Kami sangat senang ada  kerjasama dengan Satupena Bali yang punya kegiatan untuk meningkatkan minat baca buku, minat berkunjung ke perpustakaan, dan meningkatkan kegiatan di perpustakaan,” ujar dia.

Menurut dia, sudah ada beberapa sekolah yang menjadikan wisata ke perpustakaan sebagai salah satu kegiatan.  Dan ini perlu terus digalakan lagi.

Minat baca buku di Bali, dan umumnya di Indonesia masih rendah, ujar Haryani. Kunjungan ke perpustakaan juga masih rencah. “Ada sekitar 450 orang per hari yang berkunjung ke perpustakaan di sini. Atau totalnya, sekitar 160.000 per tahun.

Sementara dari data yang dihimpun, jumlah buku yang tersedia di perpustakaan daerah Provinsi Bali sebanyak 224.950 eksemplar dan 91.438 judul. Jumlah pustakawan yang tersedia di perpustakaan ini sebanyak 18 orang, yang saat ini disebut sudah banyak yang pensiun. Pustakawan yang masih tersisa juga sudah hampir pensiun alias sudah tua-tua.

Sementara itu, Debby Lukito mengemukakan, selain membuat diskusi buku, Satupena Bali akan membuat pelatihan menulis yang baik untuk para pelajar, membuat lomba penulisan, putar film dan diskusi di perpustakaan. Tujuannya adalah mendorong warga Bali tertarik untuk menulis artikel, cerpen dan buku.

“Kami akan membantu perpustakaan di Bali untuk meningkatkan kunjungan ke perpustakaan dan minat baca buku,” ujar Debby.

Pewarta: Adi Lazuardi

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018