Legian (Antara Bali) - Pertamina bekerja sama dengan PT PLN merencanakan membangun terminal penerima gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di Bali dengan dana ratusan juta dolar AS.

Deputy Direktur Gas Pertamina Nanang Untung mengatakan hal tersebut di sela-sela acara Natural Gas Logistic Handling and Contract 2011 di Legian, Bali, Selasa.

"Pembangunan terminal itu direncanakan di kawasan Pesanggaran, Tanjung Benoa, Bali karena wilayah tersebut paling rawan pasokan listriknya," katanya.

Dia menjelaskan, namun hal itu perlu perencanaan yang matang dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat tentang pembangunan terminal itu.

Menurut dia, sosialisasi tersebut berfungsi supaya tidak terjadi hambatan saat pembangunan

"Selain sosialisasi, perlu juga pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan karakter masyarakat Pulau Dewata karena nantinya terjadi peningkatan kapasitas," ujarnya.

Kapasitas terminal itu nantinya meningkat menjadi 50 juta kubik kaki perhari.

Nanang Untung mengatakan, oleh karena itu saat perencanaan pembangunan harus dilakukan rancangan atau desain infrastruktur yang cocok dengan masyarakat di Bali.

Mengenai dana pembangunannya sekitar 300 juta dolar AS, akan tetapi jumlah itu bisa berkurang ataupun bertambah sesuai dengan rancangan desain infrastruktur bagi terminal tersebut.

"Kami belum bisa memastikan kapan pelaksanaan pembangunan itu bisa dilaksanakan, pada awalnya akan dibangun sekitar 2012 kemudian dimundurkan 2013, tetapi diperkirakan akan kembali mundur," katanya.

Menurut Untung, sebenarnya dengan dibangunnya terminal penerima LNG itu PLN dapat menghemat biaya produksi jika dibandingkan dengan menggunakan diesel.

Sementara Artika Sari Prianti, ketua panitia acara tersebut mengatakan, jumlah peserta dalam kegiatan itu sekitar 110 delegasi yang berasal dari utusan dari perusahaan gas dalam dan luar negeri.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011