Mangupura (Antara Bali) - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, Bali, mencatat sebanyak 4.552 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di daerah setempat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Total siswa yang mengikuti UNBK itu terdiri atas sepuluh SMP Negeri dan 19 SMP/MTs Swasta. Tujuan UNBK ini untuk meningkatkan indek integritas siswa," kata Kadisdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika di Mangupura, Jumat.

Ia menerangkan, 29 SMP yang mengikuti UNBK di antaranya SMPN 1 Petang, SMPN 1 Abiansemal, SMPN 1 Mengwi, SMPN 1 Kuta, SMPN 2 Kuta, SMPN 1 KUta Selatan dan SMPN 1 Kuta Selatan.

Kemudian, SMPN 4 Petang, SMPN 4 Kuta Selatan, SMPN 2 Kuta Utara, SMPN Dharma Sastra, SMPN Mgurah Rai Kerobokan, SMPK 2 Harapan, SMPK Thomas Aquino, SMP Tegal Jaya, MTS Al Maarif, MTS Baitul Amin dan MTS Bina Ihsan Mulia.

"Untuk sekolah yang siap menyelenggarakan UNBK paket B digelar SMP Widya Candra, Abinsemal dan SMP Mentari Fajar, Kuta Selasa," ujarnya.

Untuk ujian UNBK INI berlangsung selama empat hari pada 2-4 Mei 2017 dan 8 Mei 2017, dimana pada hari pertama berlangsung ujian bidang studi Bahasa Indonesia yang dibagi dalam tiga sesi waktu yakni Pukul 07.30 Wita hingga 10.30.

Selanjutkan ujian kloter kedua dimulai Pukul 10.30 hingga 12.30 Wita dan kloter ketiga dari jam 14.00 Wita hingga 16.00 Wita.

"Demikian pada hari kedua (3 Mei 2017) melaksanakan ujian dengan mata pelajaran Matematika dan hari ketiga ujian Bahasa Inggris dan hari terakhir mata ujian IPA," ujarnya.

Kendala yang dihadapi Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga selama melaksanakan UNBK ini seperti tidak menyediakan genzet karena masih mengajukan anggaran tersebut

Kalau saat UNBK yang sebelumnya dilakukan sekolah di Badung, dari Dinas Pendidikan menyampaikan kepada PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik secara mendadak.

Ia menambahkan, untuk ujian SMP ini merupakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang 25 persen soalnya dibuat pusat dan sisanya dari MKKS.

Sedangkan, untuk penulisan soal Ujian Nasional (UN), 100 persen pengerjaan soalnya dari pusat dan UN ini tidak menentukan kelulusan, karena hasil UN hanya dijadikan dasar acuan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Kami belum bisa menjawab untuk aturan dari Kementerian Pendidikan apakah UN ini masih berlaku atau tidak karena menunggu aturan sonasinya," ujarnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Surya

Editor : I Made Surya


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017