Dokter
spesialis kulit dan kelamin Radityo Anugrah di Jakarta, Selasa,
menjelaskan terapi kombinasi ini cocok untuk pasien yang sibuk serta
ingin mendapat perawatan yang lebih ringkas dengan hasil lebih cepat.
Mereka
yang malas atau kondisinya tidak memungkinkan untuk memakai krim
perawatan kulit —misalnya perempuan hamil— juga bisa memilih terapi
kombinasi sebagai alternatif.
Terapi kombinasi
menggabungkan beberapa perawatan peremajaan kulit. Prosedurnya bisa
terdiri dari paduan teknologi terkini dan terdahulu.
Radityo
memaparkan kelebihan terapi kombinasi, di antaranya hasil rejuvenasi
yang lebih optimal, dapat terlihat dalam durasi lebih singkat serta
lebih efektif.
Namun, patut diingat bahwa
terapi kombinasi ini biayanya relatif lebih mahal karena satu kali
perawatan CRT terdiri dari beberapa tindakan medis.
Terapi kombinasi terdiri dari peeling,
mikrodermabrasi, radiofrekuensi yang digabung dengan proses terbaru
seperti Laser QS DfYag, Laser CO2 Fractional dan Hiperbarik O2.
Selain
itu, CRT memiliki risiko lebih besar sehingga harus dikerjakan oleh
dokter kompeten. Selain itu, waktu pengerjaannya lebih lama dari
perawatan biasa. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Nanien Yuniar: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.