Tabanan (Antara Bali) - Dua orang perampok bersepeda moto membawa kabur uang sebesar Rp90 juta milik I Ketut Sukarta (54), pengusaha asal Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu siang.

"Kejadiannya begitu cepat, saya tidak mampu mempertahankan uang Rp90 juta milik saya yang akan dipakai membeli jagung," kata Sukarta di Mapolres Tabanan.
    
Sukarta mengatakan perampokan terjadi saat dirinya memarkir mobil di pinggir jalan jurusan Tabanan-Penebel, tepatnya di dekat penginapan The Kiil, Wanasari, Tabanan.
    
"Saya manaruh uang tunai Rp 90 Juta yang baru saja diambil dari BNI di jok belakang mobil," kata korban.
    
Dia mengatakan, sekitar pukul 11.30 Wita, ia baru saja mengambil uang dari Bank BNI di Kediri sebanyak Rp90 Juta. Seperti biasa ia membungkus uang itu dengan plastik hitam dan ditaruhnya di jok bagian belakang mobil Suzuki Escudo bernopol DK 635 GF.
    
Korban bermaksud pulang ke rumahnya di Penebel, Jatiluwih. Hanya saja sesampai di TKP  di dekat penginapan The Kill, Desa Wanasari, ia berhenti di sebuah warung untuk membeli rokok.
    
Mobil korban dibiarkan dalam keadaan mesin masih hidup, karena ia menganggap situasi aman sehingga pergi ke warung, yang berjarak sekitar tiga meter dari lokasi parkir.
    
Saat hendak balik ke mobil ia melihat dua orang mengendarai sepeda motor jenis bebek dan langsung membuka pintu kendaraanya dan membawa kabur uang dalam kantong pelastik hitam.
    
"Yang di depan pakai baju lengan panjang putih, celana hitam, sementara yang diboceng saya tidak jelas," katanya.
    
Dua pelaku itu kemudian lari ke arah kota. "Saat itu saya panik dan tidak sempat melihat nomor kendaraan dua orang itu," ujarnya.
    
Kasus itu segera di laporkan ke Mapolres Tabanan dan polisi langsung  melakukan pengejaran terhadap dua orang yang diduga pelaku perampokan berbekal informasi dan ciri-ciri yang disampaikan korban.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026