Denpasar (Antara Bali) - Patung Genesha Dewi Ratih berukuran tinggi dua meter dan lebar dua meter hasil kreativitas seniman Bali akan disakralkan untuk kelengkapan pura atau tempat suci umat Hindu di Belgia.

"Patung yang saya buat dari bahan baku akar kayu leci itu kini dalam proses penyelesaian," kata seniman pembuat patung tersebut I Ketut Muja (66), warga Desa Mukti, Singapadu, Kabupaten Gianyar, Senin.

Ia mengatakan, patung tersebut sudah dikerjakan sejak setahun lalu atas pesanan salah seorang warga di sana, Hendrik Dom, yang sering kali berkunjung ke Bali.

"Hendrik Dom, panitia pembangunan sebuah pura di Belgia itu mengaku, untuk membangun tempat suci tersebut telah menghabiskan dana setara dengan sekitar Rp120 miliar," ujar Ketut Muja.

Umat Hindu di negara tersebut menurut Hendrik Dom kini mencapai sekitar 600 kepala keluarga, kebanyakan masyarakat setempat, disamping ada yang berasal dari Bali.

Patung Siwa itu, menurut Ketut Muja, ditargetkan rampung pertengahan 2011, untuk selanjutnya dikirim ke Belgia.

"Saya nanti juga akan berangkat ke Belgia untuk memasang patung tersebut," ujar Ketut Muja seraya mengaku, hasil kreativitasnya yang disakralkan itu dibuat dalam kurun waktu cukup lama untuk disumbangkan (punia) kepada umat Hindu di Belgia.

Hal itu didasarkan atas hubungan yang baik dengan Hendrik Dom yang sering berkunjung ke Bali dan membeli sejumlah patung untuk dijadikan koleksi museum di Belgia.

"Pura yang sedang dalam proses penyelesaian itu dibangun berdekatan dengan museum yang banyak mengoleksi patung karya-karya saya," ujar Ketut Muja.

Ia menjelaskan, sedikitnya ada sembilan patung yang dibuat dari akar berbagai jenis pohon menjadi koleksi sebuah museum di Belgia.

Selain itu juga ada yang menjadi koleksi museum di Jerman, disamping sebagai koleksi perorangan masyarakat dari berbagai negara, tutur Ketut Muja.

Salah seorang seniman Bali itu menjadikan berbagai jenis akar-akaran kayu sebagai bahan baku pembuatan patung dan cindera mata yang unik dan menarik, sehingga mampu menembus pasaran ekspor.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026