Denpasar (Antara Bali) - Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Jembrana Putu Suasta mengatakan, sudah sejak lama Jembrana menyiapkan diri untuk bergabung dalam program Jaminan Kesejahteraan Bali Mandiri (JKBM).

"Hanya saja, saat itu dihadang oleh program Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) yang digagas mantan Bupati Gede Winasa," katanya di Denpasar, Selasa.

Pada rapat bersama dengan DPRD dan Pemprov Bali itu, ia mengatakan, sejak awal program ini disosialisasikan, pihaknya sudah mempersiapkan diri.

"Tetapi rupanya bupati kala itu (Winasa-red) merasa JKJ sudah lebih dulu dilakukan ketimbang JKBM," katanya.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Bali, Tutik Kusuma Wardani mengatakan, pertemuan itu akhirnya menyepakati agar Jembrana terlibat dalam JKBM.

"Mengenai penganggarannya terpaksa dilakukan pada anggaran perubahan. Karena APBD 2011 ini sudah disahkan beberapa waktu lalu," kata politisi Partai Demokrat itu.

Dengan demikian, kata dia, alokasi anggaran JKBM untuk Jembrana akan dianggarkan pada APBD perubahan.

"Kami juga minta rumah sakit swasta dilibatkan dalam program JKBM," katanya.

Ia mengatakan, keterlibatan pihak rumah sakit swasta dalam program JKBM, tentu kita juga memikirkan untuk menganggarkan dana lebih untuk kompensasi, semisal untuk biaya ruang rawat.

"Keterlibatan RS swasta kita sangat harapkan. Dan kini RS yang sudah sanggup menerima pasien JKBM di antaranya di Kabupaten Buleleng," ucapnya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026