"Akibat kemajuan IT, saat ini semua hal bisa dengan `online` (daring), namun pemerintah sering tidak siap dalam menghadapi perubahan. Apalagi yang masuk dalam generasi tua," kata Pastika saat membuka "Simakrama" (temu wicara) dengan masyarakat, di Denpasar, Sabtu.
Menurut dia, akibat perubahan yang begitu cepat telah berdampak menyebabkan dunia seakan semakin kecil dan hampir tidak ada lagi batas antarnegara, semua menjadi mengkerut dan mengecil.
Mantan Kapolda Bali itu juga menyebutkan berbagai profesi bisa menghilang akibat kemajuan teknologi. "Teller bank bisa lama-lama habis, demikian juga penggunaan ATM, karena beralih menggunakan `e-banking`," ucapnya.
Demikian juga dengan sopir bisa berkurang dan biro perjalanan bisa tutup di tengah kemajuan angkutan berbasis dalam jaringan (daring/online).
"Sekarang hotel di luar negeri mulai `nggak` laku, karena semakin banyak penginapan yang ditawarkan lewat online yang lebih murah," ujarnya sembari menambahkan berbagai toko makanan dan restoran pun ke depan terancam tutup karena masyarakat memesan makanan melalui daring.
Oleh karena itu, Pastika mengajak jajarannya begerak terus secara dinamis mengikuti perkembangan dunia, terutama dari aspek teknologi. Karena jika tidak, maka bersiap-siaplah akan tertindas di tengah kemajuan zaman.
Menyitir pendapat dari pakar perubahan Prof Rhenald Kasali, seharusnya pejabat birokrasi, ibaratnya mampu menjadi pengemudi dan bukan penumpang. "Paradigma pun harus diarahkan menjadi paradigma jemput bola," tegasnya.
Di sisi lain, Pastika mengharapkan jajarannya untuk tidak merasa paling berjasa ketika berhasil meraih penghargaan karena sesungguhnya memang tugas para birokrat membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.
"Jangan menganggap sebagai sebuah prestasi karena sesungguhnya masih banyak yang harus dikerjakan," tuturnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.