Lembaga yang didirikan Pemerintah Jepang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia itu menyelamatkan kawasan pantai dari abrasi, kata Tim JICA Pemerintah Jepang ketika mengadakan pertemuan dengan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, di Amlapura, Selasa.
Tim JICA Pemerintah Jepang dalam kesempatan itu juga didampingi Tim JICA Pemerintah Pusat, Konsultan serta Balai Wilayah Sungai Provinsi Bali.
Sementara Wabup I Wayan Artha Dipa dalam pertemuan itu didampingi Ketua PHRI yang juga anggota DPRD Karangasem I Wayan Tama, Kepala Bappeda I Ketut Sedana Merta, Kadis Pekerjaan Umum I Nyoman Sutirtayasa dan Kepala BLH I Komang Agus Sukasena.
Asisten Direktur JICA Badan Kerja Sama Internasional Jepang Masahiro Yamaguchi bersama Deputi Director JICA HQ menjelaskan, Program JICA Pemerintahan Jepang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia terkait Penataan Pantai kawasan pariwisata di Indonesia khususnya di Karangasem akan segera dilaksanakan.
"JICA berusaha agar proyek penataan pantai itu dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu JICA minta komitmen Pemkab Karangasem untuk membantu mewujudkan pembangunan tersebut, baik menyangkut sosialisasi kepada masyarakat, perizinan yang dibutuhkan serta kesiapan dari pemilik bangunan hotel, restoran jika bangunan mereka sedikit kena proyek penataan itu," ujarnya.
"JICA akan mengeluarkan dananya, bila Pemkab Karangasem sudah siap. Dengan menunggu dikeluarkannya Detail Engineering Design (DED) dari Kementrian Pekerjaan Umum yang dibarengi dengan diadakan MoU, bantuan proyek bisa segera terlaksana," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa memberikan apresiasi atas kedatangan Tim JICA ke Karangasem. Ia menegaskan seizin Bupati Karangasem, pihaknya sangat berkomitmen mendukung proyek bantuan negara Jepang itu agar segera bisa dilaksanakan.
"Kami telah membentuk Tim Koordinasi Manajemen Pengelolaan Pantai melalui SK Bupati No 186/HK/2016. Untuk itu, saya berharap dalam rangka penerimaan bantuan Pemerintah Jepang terkait penataan wilayah pantai sebagai sumber potensi ekonomi dan sosial budaya melalui prinsip keterpaduan dan berkelanjutan tanpa menimbulkan tekanan berat, degradasi atau kerusakan terhadap sumber daya yang ada," katanya.
Masyarakat Karangasem akan berperanserta dalam membantu mewujudkan proyek penataan pantai tersebut, terutama pelaku usaha yang tergabung dalam wadah PHRI Karangasem.
Dengan terbentuknya tim, Pemkab Karangasem akan terus berkoordinasi, melakukan sosialisasi pembinaan kepada masyarakat serta menampung usulan masyarakat demi terbangunnya proyek penataan pantai tersebut.
Melalui kajian Feasibility Study (FS) dan izin Amdal diharapkan bisa meningkatkan APBD Kabupaten Karangasem yang selama ini masih tergolong kecil dari sektor pariwisata, ujar Wabup Artha Dipa.
Ia mengingatkan pihak JICA dalam pelaksanaan proyek nanti, dalam pengambilan pasir palung di dasar laut agar berhati-hati karena ada terumbu karang jepun langka yang satu-satunya ada di Indonesia.
Hal senada juga disampaikan Ketua PHRI Karangasem yang juga anggota DPRD setempat I Wayan Tama bahwa proyek tersebut merupakan wacana dari tahun 2012 dan melalui JICA pula telah berhasil menata pantai Sanur-Bali tahun sebelumnya.
"PHRI dan masyarakat pesisir siap mendukung proyek itu, karena masyarakat Karangasem khususnya lingkungan proyek menginginkan adanya pantai yang lestari, sedangkan crib yang terbangun selama ini mubasir, karena Candidasa tetap tidak memiliki pantai yang berpasir," ujarnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.