"Optimistisme itu didasarkan pada indikator ekonomi selama 2010. Sektor perdagangan dan pariwisata tahun ini masih menjadi andalan ekonomi untuk mengejar pertumbuhan tersebut," katanya di Denpasar, Senin.
Pada acara Gerakan Penanaman Pohon dan Dialog dengan Anak SMP dan SMA di Denpasar yang dihadiri Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, ia berharap pertumbuhan ekonomi 2011 di wilayahnya lebih baik dari sebelumnya.
Dikatakan, target itu lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 6,7 persen.
Kendati kenaikannya tidak signifikan, kata dia, namun pertumbuhan ekonomi Denpasar lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional yang masih di bawah 6,5 persen.
"Industri kreatif yang selama ini didengung-dengungkan akan terus digenjot agar kontribusinya lebih besar. "Kami akan memberikan dukungan dan fokus terhadap industri kreatif serta produk lokal, seperti kain endek dan kerajinan lainnya," kata Rai Mantra.
Terkait pelimpahan Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB), kata dia, pihaknya siap menerima wewenang tersebut.
"Kami sudah siap dengan peraturan daerah (perda). Ini artinya kami siap melaksanakan pemungutan BPHTB. Denpasar saat ini menjadi daerah dengan transaksi tanah sangat besar," ujarnya.
Menurut Rai Mantra, pelimpahan BPHTB ini merupakan sumber tambahan pendapatan. Pajak hotel dan restoran juga menjadi sumber pendapatan yang cukup besar.
"Kami akan menggenjot PHR, namun kami tidak mau melakukan eksploitasi berlebihan terhadap alam," kata Rai Mantra menegaskan.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.