Kerusuhan pada Kamis (30/12) sekitar pukul 23.30 Wita itu menyebabkan rumah milik I Komang Suardana alias Bemo (40) rusak diamuk massa. Akibat perusakan itu memunculkan ketegangan antara Desa Bendul dengan Desa Akah, Kecamatan Klungkung hingga Jumat dini hari.
"Ketegangan ini dipicu dendam lama dan salah paham," kata I Komang Suardana, korban yang rumah dan tokonya rusak.
Selain merusak rumah dan toko, massa juga merusak sepeda motor milik korban. "Tiga kandang burung milik saya juga rusak, dan burungnya lepas setelah dilempari batu," katanya.
Ia mengaku, sebelumnya sempat melerai perkelahian yang terjadi di Desa Bendul, antara Nengah Suryanadi (32), asal Gang Semeru, Semarapura kelod, Klungkung.
Saat itu, kata dia, Suryanadi dikroyok tiga orang warga setempat di depan balai Banjar Bendul.
"Pengeroyokan ini bermotif dendam lama, dimana sebelumnya Suryanadi yang berprofesi sebagai sopir truk sempat menabrak anak kerabat salah satu warga Bendul hingga tewas," ujarnya.
Proses hukum terhadap peristiwa itu sudah berjalan dan sekarang ini sudah ditangani Pengadilan Negeri Klungkung.
"Hanya saja warga yang anaknya tewas ditabrak korban masih menyimpan dendam, terlebih lagi saat itu Suryanadi masih berkeliaran atau tidak ditahan," katanya.
Sementara itu, saat kejadian Kapolres T Widodo Rahino turun ke lapangan untuk ikut mengamankan situasi dan kondisi.
"Saat ini situasi sudah aman terkendali, tidak ada masalah," katanya.
Bahkan, kata dia, jajaran Polres Klungkung sudah melakukan pertemuan terutup dengan tokoh masyarakat Desa Akah dan Desa Bendul di Mapolres Klungkung.
Pihaknya berharap kedua belah pihak bisa menjaga diri agar tidak terjadi kerusuhan lanjutan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026