General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Trikora Harjo di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat, menjelaskan bahwa posko terpadu itu didirikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang khususnya rute domestik.
"Posko ini dibuka untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang," katanya.
Posko tersebut melibatkan gabungan petugas di antaranya petugas bandara setempat, Polsek Kawasan Bandara Ngurah Rai, Brimob Polda Bali, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI AL, TNI AU, TNI AD, Air Navigation, Basarnas dan Otoritas Bandara.
Posko itu didirikan di terminal keberangkatan domestik dengan kekuatan personel yang disiagakan mencapai sekitar 1.500 petugas.
Nantinya petugas yang bertugas di posko tersebut membantu proses kelancaran arus penumpang, informasi, serta menampilkan data pergerakan penumpang termasuk menampilkan operasional bandara.
Untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang, pihak bandara juga telah menerima penerbangan tambahan dari enam maskapai penerbangan.
Sebanyak 161 jadwal penerbangan tambahan siap melayani lonjakan penumpang dengan rute Cengkareng, Bandung dan Surabaya.
Maskapai tersebut yakni Citilink sebanyak 96 penerbangan, Sriwijaya Air (24), AirAsia Xtra (20), Garuda Indonesia (6).
Selain itu maskapai internasional juga mengajukan "extra flight" yakni Malaysia Airlines dengan dua jadwal untuk rute Kuala Lumpur Denpasar-Kuala Lumpur serta China Airlines dengan sembilan jadwal untuk rute Taipe-Denpasar-Taipe.
Total tempat duduk yang disiapka oleh maskapai yang menambah jadwal tersebut mencapai hampir 30 ribu kursi. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa WigunaUploader : I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.