Badung (ANTARA) - Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai membuka Posko Terpadu Pengawasan Angkutan Lebaran 2026 dengan meminta personel yang dilibatkan waspada tentang cuaca ekstrem. 

“Ada beberapa hal penting yang perlu diwaspadai, antara lain kesiapan dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang terjadi sewaktu-waktu,” ucap General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati.

Nugroho di Badung, menyebut kondisi cuaca ekstrem belakangan hingga prediksi yang masih berlanjut beberapa waktu ke depan perlu diantisipasi, sebab dapat berdampak ke penerbangan dan pelayanan.

“Kita harus benar-benar memastikan kesiapan dan keandalan fasilitas keselamatan penerbangan dan pelayanan kepada pengguna jasa,” ujarnya.

Selain meminta personel bandara yang terlibat dalam Posko Angkutan Lebaran, Nugroho juga mengedepankan koordinasi dengan BMKG untuk memberikan informasi peringatan dini.

Posko Angkutan Lebaran sendiri dibuka selama 18 hari yaitu 13-30 Maret 2026, dimana sekitar 2.900 personel bandara akan bergantian berjaga memberi pelayanan kepada calon penumpang.

Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai memandang posko ini penting mengingat Bali merupakan destinasi pariwisata dan tempat berlibur yang populer, sehingga selama libur panjang diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang baik internasional maupun domestik.

“Aktivitas di Bandara Ngurah Rai diprediksi akan meningkat jika dibanding pada periode sebelumnya, yaitu diproyeksikan mencapai 1,1 juta penumpang dengan penerbangan pesawat sebanyak 6.740 pergerakan,” kata Nugroho.

Potensi ini turut didukung oleh masuknya beberapa pengajuan maskapai untuk penerbangan ekstra selama periode posko.

Hingga saat ini tercatat 401 permohonan penerbangan ekstra baik di kedatangan maupun keberangkatan, terbagi atas 390 domestik dan 11 internasional, sehingga jumlah tersebut mencatatkan potensi tambahan kapasitas sebanyak 72.076 kursi.

“Untuk mendukung kelancaran arus angkutan, pada hari ini hingga tanggal 30 Maret mendatang posko akan dioperasikan, akan menjadi pusat untuk koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pengawasan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai selama 18 hari ke depan,” kata Nugroho.

Selama posko berjalan, ia memandang selain potensi dampak cuaca ekstrem yang harus diwaspadai, kepadatan lalu lintas di sekitar bandara juga tidak bisa dianggap remeh.

Untuk itu diperlukan koordinasi dan sinergi dengan pihak di luar personel bandara seperti aparat keamanan dan desa adat demi memastikan keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada penumpang dapat terjaga.

“Kondisi-kondisi itu yang harus diantisipasi oleh kita yang terlibat dalam pelayanan jasa kebandarudaraan maupun ke penerbangan, demikian juga kepada seluruh maskapai dan ground handling agar dapat selalu menjalankan prosedur maupun peraturan dalam mengantisipasi dampak terhadap jadwal penerbangan,” ujarnya.

Nugroho turut mengingatkan di tengah arus mudik Lebaran 2026 terdapat Hari Raya Nyepi dimana operasional penerbangan akan dihentikan 24 jam penuh pada tanggal 19 Maret.

Ia berharap dengan hadirnya Posko Angkutan Lebaran juga membantu mensterilkan bandara jelang dimulainya Nyepi, sehingga hari raya tersebut berlangsung khusyuk dan lancar.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026