Denpasar (ANTARA) - Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai mengumumkan penerbangan internasional dari Bali menuju Dubai menggunakan maskapai Emirates mulai beroperasi setelah Bandara Internasional Dubai bertahap dibuka.

“Dapat kami informasikan bahwa maskapai Emirates telah menerbangkan kembali satu pesawat yang sempat melakukan remain over night (menginap) di Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak 28 Februari,” kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi dalam keterangan tertulis di Denpasar, Jumat.

Ia menyampaikan penerbangan dengan nomor EK-369 telah berangkat menuju Dubai pada Kamis (5/3) pukul 00.42 WITA menggunakan armada Airbus A-380.

Penerbangan tersebut merupakan penerbangan pertama Emirates dari Denpasar ke Dubai setelah penutupan ruang udara akibat konflik Timur Tengah melibatkan antara AS-Israel dengan Iran.

Kabar baik kemudian berlanjut karena penerbangan sebaliknya dari Dubai ke Denpasar dengan nomor EK-368 juga telah mendarat di Bali pukul 16.30 WITA pada Jumat menggunakan armada A-380 

Pengelola bandara terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak maskapai untuk memantau situasi operasional terkini sebab belum semua penerbangan internasional rute Timur Tengah dibuka.

Jika dihitung sejak 28 Februari, terdapat 64 jadwal penerbangan internasional yang batal terbang, terdiri dari 34 keberangkatan dan 30 kedatangan. Penerbangan tersebut adalah maskapai Qatar Airways untuk rute Doha-Denpasar pergi pulang (PP), Emirates rute Dubai-Denpasar PP, serta Etihad rute Abu Dhabi-Denpasar PP.

Akibat pembatalan penerbangan tersebut sebanyak 8.187 penumpang rute keberangkatan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai batal terbang.

Namun, Eka Sandi memastikan penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.

Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parkir dari pesawat yang penerbangannya terdampak, yang saat ini dialokasikan untuk empat pesawat berbadan lebar dari tiga maskapai.

“Kami turut menyediakan area pelayanan help desk maskapai dan melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk penyediaan konter pelayanan imigrasi untuk pengurusan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) bagi penumpang terdampak,” kata dia.

Untuk area pelayanan help desk dan konter pelayanan keimigrasian tersebut berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional.

Pihak bandara tetap mengimbau calon penumpang pesawat udara agar terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026