"Target ini meningkat dibandingkan dengan target pada 2010 sebanyak 30.000 kantong," kata Kepala Tata Usaha Unit Transfusi Darah Pembina PMI Daerah Bali I Ketut Wija di Denpasar, Rabu.
Dia mengatakan, jumlah rata-rata ketersediaan kantong darah setiap bulannya saat ini masih sekitar 2.500 buah.
Jumlah tersebut masih bisa mencukupi permintaan darah dari pasien yang ada di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan beberapa rumah sakit lainnya yang berada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.
"Saat ini kebutuhan darah setiap bulannya sekitar 2.500 kantong, dan selama setahun sekitar 30.000 kantong darah," katanya.
Menurut Wija, peningkatan target persediaan darah itu sudah seharusnya dilakukan oleh PMI sebagai langkah untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan darah dari masyarakat.
"Kami optimistis bisa meningkatkan jumlah persediaan darah pada 2011 mencapai angka tersebut, mengingat adanya kerja sama yang baik dengan Perkumpulan Donor Darah Indonesia (PDDI) yang ada di wilayah Pulau Dewata dalam penjadwalan donor darah," katanya.
Ia menjelaskan, semua jadwal yang telah ditentukan bersama telah ditaati dengan baik oleh setiap kelompok yang mencapai ratusan itu.
"Penjadwalan itu bertujuan untuk pemerataan dalam hal donor darah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok donor darah yang ada," ujar Wija.
Selain itu, pihaknya akan terus menggiatkan pelaksanaan donor di berbagai tempat, baik dengan instansi pemerintah maupun swasta.
Dikatakan, pihaknya juga terus mendorong peningkatan kelompok-kelompok donor darah sampai ke wilayah desa yang ada di wilayah Pulau Dewata.
Saat ini ada sekitar 300 kelompok donor darah di seluruh wilayah kawasan tujuan internasional itu, yang terus aktif melakukan donor secara berkala.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.