Gianyar (Antara Bali) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memanen raya padi dengan sistem organik pada lahan pertanian seluas dua hektare Subak Getas di Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

"Saat ini Subak Getas telah tumbuh menjadi kelompok yang semakin tangguh baik dari sisi kompetensi petaninya maupun secara kelembagaannya," kata Kepala Perwakilan BI Bali, Dewi Setyowati usai memanen padi organik di Kabupaten Gianyar, Rabu.

Menurut dia, teknologi pertanian baru ini telah membawa perkembangan yang pesat pada pertumbuhan padi varietas cigeulis yakni 65 hari sudah berbulir dan umur 90 hari sudah siap panen.

Sedangkan dengan metode konvensional, padi rata-rata baru siap panen dengan waktu 110 sampai 115 hari.

Selain pertumbuhan yang pesat, sistem organik juga mengembalikan biota sawah yang selama ini jarang ditemukan kini kembali di antaranya belut sawah, kodok dan cacing tanah.

Dari pengamatan terakhir terhadap tanaman padi di Subak Getas, rata-rata padi memiliki tinggi 110 cm dan jumlah anakan mencapai rata-rata 25 dengan bulir sebanyak 217 tiap malainya.

Di lima titik areal pengubinan didapatkan hasil rata-rata 7,5 ton per hektare atau naik 45 persen dari panen sebelumnya yang mencapai rata-rata 5,5 ton per hektare.

Bank sentral itu sebelumnya menanam padi pada 26 Februari 2016 bersama dengan Wakil Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, Bupati Gianyar.

Metode yang digunakan yakni sistem intensifikasi pertanian atau SRI yang dikombinasikan dengan jajar legowo dua banding satu serta penggunaan pupuk organik berbasis Microalfafa MA-11.

Penanaman padi organik ini merupakan percontohan yang kedua setelah sebelumnya sukses dalam pengembangan klaster padi semi-organik di Subak Pulagan, Kabupaten Gianyar pada lahan seluas 10 hektare dengan hasil panen pertama mencapai 7,8 ton per hektare dan tahap kedua meningkat 9,4 ton per hektare dari hasil panen semula mencapai 5,5 ton perr hektare.

Dengan penerapan pertanian organik dan pembentukan percontohan ini diharapkan petani lebih menggunakan sistem organik dan mulai meminimalkan penggunaan pestisida atau kimia.

Keterlibatan bank sentral itu dalam pertanian berangkat dari komoditas beras yang sudah menyumbang delapan kali inflasi selama tahun 2015.

Sehingga diperlukan terobosan untuk meningkatkan produktivitas hasil padi serta membantu menyejahterakan petani.

Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Bharata mengapresiasi langkah BI yang menginisiasi pertanian dengan sistem organik itu.

"Kami senang sekali karena kesadaran masyarakat bertani dan mereka menginginkan ini menjadi sawah abadi dan kami menyambut baik. Kerja sama dengan BI ternyata meningkat produksinya," ucapnya.

Hadir dalam panen raya padi di Subak Getas itu di antaranya Kasdam IX/Udayana, Bupati Gianyar, Kapolres Gianyar, Dinas Pertanian Provinsi Bali dan instansi terkait lainnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026