Dengan kekalahannya itu, maka Tirta Dewata hanya akan berebut juara III melawan tim Indomaret Sidoarjo. Disaksikan ribuan penonton yang memadati GOR Purna Krida, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Tirta Dewata diawal set mampu mengimbangi Samator.
Bahkan Tirta Dewata sempat memimpin set I saat meraih angka 16-12, namun akhirnya kedua klub saling kejar angka.
Juara bertahan Samator yang dimotori Adam berhasil mengejar ketinggalan dan menyamakan skor hingga 22-22.
Sayangnya smash Rudi Tirtana beberapa kali gagal melampaui net bahkan beberapa kali keluar lapangan.
Sebaliknya banyak smash tajam Adam gagal diblok dan mendarat mulus di areal tim tuan rumah. Samator berhasil menyudahi set I dengan skor 25-23.
Memasuki set II, Tirta Dewata yang mendapat dukungan penuh penonton termasuk Sekda Badung R Komyang Swandika, sempat kembali tampil dalam tempo cepat.
Sayangnya Rudi kerap gagal memanfaatkan bola matang dari toser Parta Wijaya alias dolar. Jika sebelumnya Rudi menunjukkan smash keras dan tajam namun pada set kedua nampak pukulannya tidak akurat.
Sebaliknya, Adam bermain gemilang dan dalam performa terbaiknya sehingga smash-smash tajamnya gagal dihalau tuan rumah.
Para pemain Tirta Dewata bahkan beberapa kali salah paham sehingga Samator terus menambah poin dan berhasil mengejar angka menjadi skor 10 -10.
Ketika memasuki angka diatas 20 an, kembali tuan rumah seperti kehilalangan pola permainannya sehingga pada set II dipaksa menyerah 20 -25.
Pada set III atau penentuan, gempuran Adam pemain pilar Samator semakin sulit dibendung Tirta Dewata.
Smash Adam beberapa kali gagal diblok Rudi dan kawan kawan, sehingga tim asal Kota Pahlawan itu terus memimpin pertandingan.
Melihat menurunnya permainan tuan rumah, sebagian penonton memilih meninggalkan GOR karena kecewa dengan penampilan Rudi dan kawan-kawan.
Serangan yang dibangun Adam dan Mahfud merata menggoyahkan pertahanan belakang tuan rumah yang kerap gagal menahan smash tajam dan keras itu.
Akhirnya lewat smash tajam Febry berhasil menyudahi pertandingan dengan skor 25-20. Dengan hasil ini Samator akan bertemu tim Yuso Bantul Yogyakarta di final Livoli 2010 pada Minggu.
Usai pertandingan, Manager Samator Ibarsah mengatakan, timnya bisa memenangkan pertandingan karena bermain lepas tanpa beban. "Kami hanya berusaha mengurangi kesalahan selama bermain," kata Ibarsah.
Sementara I Nyoman Sukadana, pembina Tirta Dewata mengakui, anak-anak asuhannya justru bermain stagnan setelah memasuki angka 20-an.
"Padahal diawal set mereka bermain bagus. Rudi juga tidak tampil maksimal, diberi banyak peluang menyerang namun gagal dimanfaatkan karena banyak melakukan kesalahan." katanya.
Selain pemain, Sukadana juga menyoroti ketidakjelian ofisial dalam melihat kondisi fisik pemain. "Walaupun bermain lepas namun Ofisial kurang jeli dalam merotasi dan mutasi pemain, ketika pemain inti perlu diistirahatkan untuk memulihkan stamina dan kepercayaan dirinya," ucapnya.
Meski kalah, namun dia tetap bangga karena Tirta Dewata tidak terkena degradasi ke divisi I karena bisa masuk empat besar.
"Untuk menghadapi Indomaret nanti anak-anak harus tampil fight menyerang agar bisa memperbaiki peringkat ke tiga." katanya sembari menambahkan tahun depan akan melakukan "coaching clinic"pelatih dan pemain untuk persiapan PON.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.