Disaksikan ribuan penonton yang memadati GOR Purna Krida Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, tuan rumah bermain cepat sehingga mampu mengandaskan tim tamu kota Atlas, Semarang itu dan berhak ke empat besar.
Pada set I, Rudi Tirtana dan kawan-kawan tampil menyerang dan bermain dalam tempo cepat sehingga mampu memenangkan pertandingan dengan skor 24-18.
Memasuki set II, irama permainan tuan rumah tidak banyak berubah dan terus menekan dengan smash-smash tajam, lewat umpan bola-bola matang yang dipasok toser Gede Parta Wijaya.
Smash tajam Rudi berhasil menyudahi pertandingan dengan tim tamu dengan skor 25-15 sehingga kedudukan 2-0 untuk Tirta Dewata PDAM Badung.
Kemenangan dua set membuat tim tuan rumah yang merasa di atas angin sedikit lengah dan terjebak irama tempo lambat yang dimainkan Berlian Jateng. Akibatnya tim tamu beberapa kali mencuri poin dan memimpin pertandingan dan tuan rumah sempat tertinggal 17-20.
Kehadiran toser Bayu Ananto yang mampu menyuplai bola bagus kerap dimanfaatkan Nur yang bernomor punggung 10, dengan smash tajam dan gagal diblok Rudi dan kawan-kawan.
Pada set penentuan tersebut, tim Berlian Bank Jateng, berhasil mencuri poin dan menyudahi pertandingan, setelah smash Rudi berhasil diblok dan masuk ke areal Tirta Dewata.
Ribuan penonton dipaksa menelan kekecewaan karena pada set III ini, tuan rumah kalah dengan skor tipis 23-25.
Pertandingan dilanjutkan set IV, Tirta Dewata langsung mengubah permainan dengan pola seperti set I dan II, yakni bermain cepat dan menyerang. Terjadi kejar-kejaran angka antara kedua klub sehingga skor sempat sama 10-10.
Kehadiran Sekretaris Kabupaten Badung Kompyang R Swandika dan istri yang turut memberi dukungan moral mampu, memompa semangat tim Tirta Dewata.
Lewat umpan matang dari toser Parta Wijaya banyak dimanfaatkan dengan baik oleh Pande Budiartha, pemain bernomor punggung 8, lewat smash-smash tajamnya.
Sempat terjadi pergantian toser dengan masuknya Adi, namun itu tak berlangsung lama dan pelatih kembali memasukkan Patra Wijaya.
Para penonton sempat dibuat deg-degan setelah terjadi saling kejar angka hingga pada skor 22-22. Namun akhirnya, lewat blok yang cukup rapat yang dilakukan Rudi berhasil menggagalkan serangan lawan dan tuan rumah menakhiri set III dengan skor 25-22.
Dengan hasil ini, Tirta Dewata masuk semi final yang akan digelar Sabtu (18/12) berhadapan dengan pemenang antara Samator Surabaya dan Sananta Jakarta.
"Kami cukup puas dengan permainan tim Tirta Dewata, yang penting target tercapai kami bisa masuk empat besar," kata Pembina Tirta Dewata Nyoman Sukadana, usai pertandingan.
Guna menghadapi lawan di semi final, Sukadana meminta agar tim Tirta Dewata bermain lepas dan tidak di bawah tekanan.
"Saya berikan anak-anak agar bermain lepas, bebas dengan pola permainan mereka, yang penting mereka bermain tanpa beban," kata Manager Tirta Dewata Anak Agung Kusimantara didampingi Humas PBSVI Bali Kadek Sudarma.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.