Denpasar (Antara Bali) - Bali mengimpor berbagai jenis mesin dan komponen alat produksi mencapai 19,89 juta dolar AS selama dua bulan periode Januari-Februari 2016 atau merosot 16,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 23,76 juta dolar AS.

"Nilai impor tersebut relatif kecil dibandingkan dengan nilai ekspor Bali selama dua bulan pertama 2016 itu yang mencapai 76,52 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Adi Nugroho, di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan, Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia mengimpor mesin-mesin dan aneka jenis barang produksi untuk diolah kembali menjadi barang dan aneka jenis cenderamata yang siap diekspor ke pasaran luar negeri, sehingga mampu memberikan nilai ekonomis jauh lebih besar.

"Impor alat produksi itu dinilai lebih menguntungkan, karena mampu memberikan nilai tambah dibandingkan dengan mendatangkan bahan makanan atau minuman untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang hanya menghabiskan devisa," ujar Adi pula.

Bali mengimpor alat produksi (peralatan listrik) dan alat produksi lainnya yang mampu memberikan dampak positif dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan perolehan devisa, dan pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Adi Nugroho menambahkan, komponen impor yang didatangkan itu antara lain produk gandum-ganduman 20,62 persen, produk mesin-mesin (mekanik) 20,31 persen, dan produk mesin-mesin (alat listrik) 13,68 persen.

Selain itu, Bali juga mengimpor produk perangkat optik 6,77 persen, serta produk kapal terbang dan bagian-bagiannya 6,33 persen.

Aneka jenis produk luar negeri itu paling banyak didatangkan dari Thailand sebesar 22,04 persen, menyusul Tiongkok 18,33 persen, Amerika Serikat 13,33 persen, Australia 11,67 persen, dan Singapura 11,33 persen, ujar Adi Nugroho lagi. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026