"Produk ini merupakan penyempurnaan Yupiter MX sebelumnya dan menjadi yang tercepat di kelasnya," kata Chief DDS Bali PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Oktuma Wibowo di Denpasar, Minggu.
Sejumlah perubahan ekstrim dilakukan untuk mendukung performa motor dengan 135 CC tersebut, mulai desain hingga kekuatan mesin layaknnya motor balap.
Ada dua tipe produk baru tersebut, yakni Auto Clutch dan Hand Clutch, dilengkapi "aggresife new flasger" dan "front portion designe" yang terlihat sporty.
"Inovasi baru pada 'wide rear tire and rim' menjadikannya dapat mencengkeram aspal secara maksimal dan membuat laju motor lebih stabil saat bermanuver," kata Oktuma didampingi Koordinator Promosi Axel Marcello dan Koordinator Servis Kadek Suma.
Inovasi baru lainnya adalah penambahan rem cakram di ban belakang sehingga kinerjanya saat pengereman kian mentap. "Untuk meningkatkan 'performe high speed' New Yupiter MX hadir dengan lima 'speed'," ucap Oktuma.
Untuk mesin produk anyar tersebut memiliki Diasil Sylinder yang memungkinkan untuk tetap menjaga kondisi mesin tetap stabil saar dikendarai. Selain itu kata Oktuma daya juga punya tahan kyat terhadap gesekan (aus).
Oktuma menyebutkan, sebenarnya produk tersebut telah dirancang sejak empat bulan lalu dan akhirnya pada Desember 2010 ini pertama kali diluncurkan untuk konsumen di Pulau Dewata.
"Target penjualan produk New Yupiter MX totalnya 30 persen, kita masih 'market leader' untuk motor bebek, dengan jumlah 3.800 hingga 4.000 unit bisa terjual per tahun," ucap Oktuma penuh optimis.
Dia mengaku optimis produk teranyar yang diprediksi menembus 40 hingga 45 persen dari produk Yamaha tersebut bisa direspons positif masyarakat Bali, terutama mereka yang menginginkan kecepatan dan performa andal di kelas motor bebek.
Usai peluncuran produk tersebut para awak media dalam aksi 'MX-perience' yakni menjajal kecanggihan dan keandalan motor tersebut layaknya pembalap melewati track jalur balap lima kali putaran di Parkir Timur Lapangan Renon, Denpasar.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.