Mangupura (Antara Bali) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung, Bali, Nyoman Karyana meminta Tim Pemantauan Inflasi Daerah (TPID) segera mengambil langkah operasi pasar, karena dikhawatirkan akan mengalami lonjakan harga menjelang Hari Raya Galungan.

"Kami meminta TPID Badung mengambil langkah-langkah itu agar harga kebutuhan pokok tidak mengalami peningkatan pada Februari 2016 saat umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan," kata Nyoman Karyana di Mangupura, Selasa.

Ia mengatakan, antisipasi kenaikan harga barang tersebut perlu ditindaklanjuti pemerintah, karena distribusi barang dari Pulau Jawa ke Bali tersendat akibat terputusnya jembatan di Kabupaten Jembrana yang menjadi jalur utama Denpasar-Gilimanuk.

Nyoman Karyana juga meminta Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian (Diskoperindag) dan UKM Badung melakukan pemantauan untuk mengantisipasi masalah kenaikan harga barang itu.

"Saya khawatir akibat terputusnya jembatan itu berdampak pada ekonomi masyarakat di Kabupaten Badung khususnya," ujar politikus Partai Golkar itu.

Kepala Diskoperindag dan UKM Kabupaten Badung Ketut Karpiana mengungkapkan, kondisi harga barang saat ini masih stabil. "Menjelang hari raya pasti kita lakukan operasi pasar," katanya.

Ia mengatakan, tim TPID Badung sudah melakukan koordinasi menindaklanjuti antisipasi kenaikan harga barang menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

"Begitu juga antisipasi tersendatnya distribusi barang dari pulau Jawa akibat musibah terputusnya jembatan di Kabupaten Jembrana sudah kami lakukan berbagai langkah," ujarnya.

Ia menambahkan, operasi pasar akan dilakukan pada 1 - 3 Februari di enam kecamatan di daerah itu. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Surya
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026