Bahan material bekas tanah longsor tersebut memenuhi jalan jurusan Tabanan-Penebel hingga mengganggu lalu lintas di jalur tersebut, kata salah seorang warga setempat I Wayan Seroinata.
Tanah longsor sekitar sepuluh meter di atas ketinggian jalan tersebut diduga akibat rembesan air dari irigasi subak yang melintas dilahan milik I Gusti Kayan Sukerta (58) warga setempat.
Saluran irigasi tersebut mengalami kebocoran kemudian merembes dan membuat tanah tergerus. Tanah yang ada diketinggian jalan itu akhirnya longsor.
Akibat longsor tersebut undukan tanah menutupi jalan raya Penebel-Babahan. Pintu rumah dan warung milik I Wayan Seroinata (45) di Banjar Dinas Kupang, Desa Penebel , kabupaten Tabanan juga tertutup tanah.
Setelah peristiwa tersebut terjadi, Banjar Dinas Ubung, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Tabanan. Malam itu juga, tim gabungan Polri dan TNI bersama-sama masyarakat membersihkan gundukan tanah tersebut.
Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, AA Putu Eka Putra Wirawan memprediksikan hujan lebat di wilayah Bali puncaknya terjadi bulan Januari 2016.
Pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di daerah ini diharapkan agar selalu waspada pada bencana tanah longsor dan banjir karena akan rentan terjadi pada musim penghujan. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Pande Yudha: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.