"Di Buleleng saat ini baru dikembangkan satu buah pompa air bertenaga panel surya di Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan," kata Direktut Utama PDAM Buleleng, Made Lestariana, Jumat.
Ia memaparkan, banyak desa di kabupaten terluas di Pulau Dewata itu berlokasi di dataran tinggi menyebabkan kesulitan mendapatkan akses air bersih dari PDAM.
"Seperti di wilayah Timur tersebar di dua kecamatan yakni Tejakula dan Kubutambahan, selalu dilanda kekeringan hampir setiap musim kemarau tiba," kata dia.
Dikatakan sebenarnya banyak terdapat sumber air di wilayah tersebut namun lokasinya di dataran rendah, sehingga harus menggunakan pompa untuk menaikan air ke wilayah yang pemukiman warga.
"Selama ini warga dilanda kekeringan mengangkut air menggunakan kendaraan sendiri dilengkapi jerigen dan kadang kala juga dibantu BPBD dan tangki milik PDAM," paparnya.
Kedepan, kata dia, pihaknya akan mengoptimalkan kerja sama dengan pihak swasta terutama PLN dan PT Indonesia Power terkait pembangunan panel surya sebagai sumber tenaga pompa air.
"Panel yang ada di Bukti itu bantuan dari PLN dan mudah-mudahan kedepan program sosial (CSR) dapat dimaksimalkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, meresmikan operasional panel surya (solar cell) di Desa Bukti sebagai sumber listrik pompa air.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, program CSR tersebut menggunakan sebanyak 48 buah panel dapat menghasilkan listrik sekitar 11.000 watt dimanfaatkan mesin pompa mengalirkan air ke areal permukinan masyarakat di wilayah perbukitan tandus.
Lebih lanjut, Agus Suradnyana memaparkan, dengan pompa air bertenaga panel surya diprediksikan dapat membantu memberikan akses air bersih sekitar 100 kepala keluarga (KK) di desa tersebut.
"Desa Bukti dan sekitarya selalu menjadi langganan kekeringan hampir sepanjang tahun dan diharapkan beroperasinya pompa dapat menjadi memberikan manfaat kepada masyarakat baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk aktivitas pertanian dan perkebunan," katanya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi Purnomo: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.